Sabtu, 26 Januari 2013

Resume Kelas Menulis 5 panca indra


minggu lalu kita sudah menyelesaikan dua komponen panca indera dan cara mengekspolorasinya dalam tulisan...
Penglihatan, 2. Pendengaran. Malam ini kita akan bahas tiga komponen pancaindera yang tersisa: Peraba, Pengecap, dan Penciuman. Hal terakhir yang kita bahas adalah "indera" ke enam yakni: koneksitas....
kita sekarang masuk ke anggota pancaindera ketiga yakni PERABA....
semua yang punya kulit pasti bisa meraba...nah alat indera ini sungguh anugerah yang luar biasa...dengan kulit kita bisa merasakan panas, dingin, sakit, dll.... nah, pertanyaannya? Jika kita menuliskan hal-hal yang terasa oleh kulit kita, agar pembaca merasakan hal yang sama, bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan membuat perumpamaan-perumpamaan yang membantu pembaca kita seolah-olah mereka merasa/meraba hal yang yang sama: panas yang sama, dingin yang sama, cubitan yang sama.
kita sebagai penulis, harus bisa "Memperlihatkan, menggambarkan" bukan "mengatakan
jadi, kita pilih perumpamaan-perumpamaan yang mendekatkan imajinasi pembaca dengan objek yang kita raba
Semuanya! Silakan absen barang-barang apa yang ada di dekatnya.! tulis yaaa.
Hayo...tuliskan barang apa pun yang ada di sekeliling kawans semua.
AYO ABSEN LIMA BENDA YANG ADA DI DEKAT KAWANS SEMUA! PILIH YANG TEKSTURNYA KHAS!
cukup yah...NAAAAAAAAH...sekarang kawans semua RABBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBAAAAAAAAAAAAAAAA! semua benda-benda itu! GREPE-GREPEEEE MULAI!
Sudaah? Baik...sekarang...Kawan semua silakan menuliskan hasil raba-rabanya....Mulai!
tekstur GELAS dengan BANTAL dengan KURSI dengan SALJU tentu berbeda...silakan kawan menggambarkan perbedaannya.
SHOW! not TELL! gambarkan bukan mengatakan....bukan KASAR tapi SEPERTI PERMUKAAN BATU APUNG bukan HALUS tapi SEPERTI KULIT BAYI
Kawans, diskripsi kawan2 kebanyakan masih TELL: Halus, kasar, dll...ayoo kita tingkatkan menjadi SHOW: kasaranya SEPERTI APA? halusnya SEPERTI APA?
mau LEBAY? biarin...mau NGACO, biarin...yang penting kita latihan bikin PERUMPAMAAN DULU.
OKE... KAWAAAAAAAAAAAAAAANS! urutannya adalah: RABA-RASAKAN-menurut imajinasimu, teksturnya mengingatkanmu kepada BENDA APA? - langkah terakhir TULISKAN
OKAY KAWANSSS! MANTAAAAAAAAAAAAAP...SUDAH BISA DITANGKAP YAH? Baik....kita ke indera berikutnya PENCIUMAN...ini paling susaaah.
coba ENDUS berbagai objek yang KIRA-KIRA punya aroma KHAS di sekeliling KAWANS semua.....CIUM AROMANYA, berimajinasilah....AROMA objek itu mengingatkan kawans KEPADA APA? KEPADA OBJEK APA?
PERUMPAMAAN itu ada yang abstrak ada yang REAL...ndak papa dua-duanya..
AWAAAAAAAAANSS! PINTER-PINTER.... sudah bagusss.....kita lanjut ke INDERA YANG TERAKHIR......INDERA paling mengenyangkan...INDERA PENGECAP....
BAIIIIK.....ini yang susah...hahah...coba agak julurkan LIDAH kawans semua...dikiiiiiit aja...untuk menjilat objek-objek yang bisa dikecap di sekeliling KAWANS semua...nggak harus MAKANAN yaaaaaaa.....BAIIIK...sekarang renungkan....IMAJINASIKAN....rasa yang TERKECAP itu mengingatkan KAWANS kepada objek apa....? MULAI!
CONTOH: rasa durian seperti MENTEGA BASI
apakah tepat kalo air putih yang HAMBAR dianalogikan seperti es sirup yang pasti ada RASANYA? hayooo.....perbaiki.
CLASSSSSSSSSS! ada pertanyaaan???? sejauh ini dah kebayang yah? Memang tetap pada akhirnya PELATIHAN yah...semakin sering semakin BAGUSSS....yang penting malam ini kita tahu GOAL-nya membuat PERUMPAMAAN dulu....nanti untuk KETEPATAN perumpamaan itu ditentukan oleh LATIHAN.
coba baca buku2 terjemahan...novel2 pemenang penghargaan...selalu ada permainan ANALOGI yang menarik, terobosan, mengundang senyum, haru. dll.
perumpamaan yang paling mudah dibayangkan pembaca adalah ANALOGI yang ringan dan mudah DIINDERA oleh pembaca.

by : Yudith Fabiola

Resume Kelas Menulis 5+1 dg Tasaro GK, 26 januari

KONEKSITAS



nah, kita lanjutkan obrolan minggu lalu yaaa....Jadi dalam materi #5plus1 Kita, 5 elemen sudah kita bahas ya...semoga juga dilatih oleh kawans di rumah...Sekarang kita mau membahas elemen "+1" nya... Siaaap?

Kalau lima elemen sebelumnya adalah aplikasi dari lima pancaidera, maka elemen "+1" adalah pengikat seluruhnya yakniiiiiiiii....indera keenam ...hihihi...kira-kira apa itu?

kami menyebutnya......"koneksitas"

Perhatikan deh, bagaimana penulis-penulis terkenal membuat naskah mereka yang tampak "sederhana" kok keren bangeeets...kadang2 kita malah bingung, apa ya, yang bikin bagus.

Nah, selain berhubungan dengan lima indera, koneksitas ini memperlihatkan seberapa banyak buku yang dibaca oleh penulis, berapa film yang ditonton, berapa luas pengetahuannya.

kita nih, mau menceritakan kisah remaja sekarang, coba deh. rata-rata kalo kisah remaja pan hadeeeuh....bintang sekolah pacaran ma jago basket, saingan ama anak yang punya yayasan.

Nah, kalau kita nih penulis yang punya kemampuan "koneksitas" bagus, mau cerita seklise ini pun akan jadi menarik. Ceritanya dengan memasukkan data-data yang tidak biasa ke dalam alur cerita, sehingga konflik di antara si Jago Basket, bintang Sekolah, dan anak Ketua Yayasan jadi lebih menarik.

Ingat "ADA APA DENGAN CINTA?"

hayooo....kira-kira...elemen apa di luar konflik khas remaja yang muncul dalam cerita AADC dan membuat cerita itu tampak jadi kereeeen bangets?

elemen dunia sastra, politik

pintarnya script-writer masukin Aku-nya Chairil, tokohnya AADC jadi cerdas dari perspektif sastra

Jadi, unsur sastra menjadi "alien" dalam kisah cinta remaja itu dan jadi "SSSSSSSSSSESUATUK" bandingkan dengan sinetron2 atau FTV yang bertema serupa, tapi unsur "koneksitasnya" justru soal harta, dll....contoh : Bawang Merah Bawah Putih (alamak jadulnya)

Nah, "HUKUM" koneksitas itu tidak hanya berlaku dalam alur dan unsur cerita yang memperkaya cerita, tapi juga sebaiknya kita masukkan dalam kalimat.....hayoooo mau contoh?

CONTOH KOMPARASI

PENULIS BIASA

Sari mendatangi kios kelontong itu pagi tadi, membelanjakan seluruh gaji suaminya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

PENULIS ber-KONEKSITAS

Sari pening kepalanya, ketika Bu Maman, pemilik kelontong tetangga rumahnya, menyorongkan sekeresek belanjaan berisi sekilo cabai, lima liter beras, dan tiga ikat sayuran. Cabai besar Rp1000 rupiah per satunya. Itu menghabiskan hampir setengah gaji suaminya...

COBA BANDINGKAN KAWANS.... siapa yang bisa menengarai nilai koneksitas di contoh kedua?
Kira-kira, apakah semua penulis tahu berapa harga CABAI BESAR hari ini? atau hanya penulis yang melakukan KONEKSI? yang ngecek harga ke Warung? yang Googling, atau setidaknya nanya ibunya? Heheheeh

PENULIS BIASA: Seorang penulis seperti Angga, sepanjang hidupnya lebih suka kesendirian, membaca banyak buku, menuliskan idenya ke dalam tulisna.

PENULIS BERKONEKSITAS: Sari memahami kehidupannya sebagai penulis seperti ibu yang mengandung bakal anaknya. Setiap hari memberinya gizi yang baik, sabar menunggu si jabang bayi menyempurna di dalam rahimnya.

HAYOOO.... apa bedanya? Ada nilai KONEKSITAS apa di dalam naskah PENULIS BERKONEKSITAS?

pertanyaannya, apakah SEMUA PENULIS mengetahui bagaimana proses janin bertumbuh di dalam RAHIM? Ataukah hanya penulis yang membaca buku tentang proses kehamilan, Googling tentang kehamilan, atau bertanya kepaa ibunya? hayooo.....INILAH kekuatan KONEKSITAS.....menghubungkan dua, tiga data yang secara langsung tidak berhubungan, tapi punya kemampuan untuk memperkaya naskah, memberi nilai plus kepada PEMBACA. asyik, ya?

jadi mau kisah cinta, sejarah, cerita anak, apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pun...dengan KONEKSITAS, nilanya akan lebih tinggi dibanding kisah biasa.
Anne Adzkia Indriani mau tanya, bagaimana tipsnya kita bisa menciptakan koneksitas yg tepat? misalnya pd contoh ttg penulis tadi. kok kepikiran menganalogikannya dgn kehidupan rahim? aku gak kepikiran sejauh itu ;p
Anne Adzkia Indriani: nah, itulah kenapa tadi, KONEKSITAS, hanya dimiliki penulis YANG BANYAK BACA.....BANYAK NGOBROL, BANYAK JALAN-JALAN....ketika kita tahu rasanya menulis, terus kita tahu proses janin dalam perut, kita akan menemukan persamaan. SAMA-SAMA nggak bisa dipaksain lahir sebelum waktunya SAMA-SAMA butuh asupan GIZI yang baik...SAMA-SAMA bertumbuh dengan waktu....nah, KLIK...langsung deh...kita sandingkan.

supaya tak berkesan laporan ilmiah gimana ya mas?

GAMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG! bayangin aja kita lagi ngegosip...hahahaha. Coba deh...kalo lagi ngegosip kan lompat-lompat tuh....gak kerasa kita nih menghubungkan banyaaaaaaaaaaak hal dalam satu bahasan. haha...tapi mesti dikendalikan biar tidak ke mana-mana.

kapan saat koneksitas muncul kapan ga perlu mas ?

pertanyaan baguuuus.ss......jadi koneksitas itu untuk memperkaya naskah, bukan mendominasi...jadi kita menambahinya sebagai bonus....jangan diseluruh tubuh naskah...cukup pada hal2 yang tidak biasa dan tidak diketahui kebanyakan pembaca saja.

ksimpulannya, koneksitas itu sperti membuat jaringan sebanyak mungkin untuk menggambarkan satu hal?

boleh dibilang begitu...tapiiii jangan pula kebanyakan...jadi buat bonus aja bagi pembaca...jangan habis pulak satu paragraf sama bonus...nanti istilahnya bukan bonus lagi dooong.

atau boleh dikatakan bahwa koneksitas adalah kemampuan penulis untuk memjaga keyterkaitan antar unsur- unsur dalam cerita, dan tidak menjadikan unsur itu sekedar tempelan belaka, bagaimana menurutmu mas?

Asyeeeeeeeeeeeeek......bener gitu..jangan jadi TEMPELAN...harus menyatu.....tidak terasa oleh pembaca.

jadi, kita menambahkan "koneksitas" ini pada bagian-bagian yang termasuk ke dalam cerita atau tambahan sebagai 'pemanis' aja? *apa ya istilah dalam kepenulisannya*

BONUS...kalo pemanis...nanti jadi tempelan, Mbak...jangan juga. Bedanya BONUS sama TEMPELAN, ada pada keseriusan pembaca mendalaminya...memberi informasinya secara utuh kepada PEMBACA.

boleh minta contoh yang bentuknya tempelan, Mas?

Sari menyetel TV dan menyadari gambar di layar plasma itu tak sempurna. Seperti efek CMYK tak sempurna pada mesin pencetak kertas....(udah...si penulis tidak menjelaskan lagi apa itu CMYK...bagaimana kinerja mesin cetak)

KAWAAAAAAAAAAAAAAANS!!!!!!! Bisa diterima yaaaaa? Hadeeeuh...#5plus1 udah tersampaikan semua....kuasai ini saja, tulisan kita akan MANTAP DIJE bener....naaaaaaaah...karena malam ini banyak temen2 dari Tasaro Gk Dua tidak bisa menyimak acara kita, mulaiminggu depan, kita pindah channel ke Tasaro GK Juru Dongeng yaaaaaaaaa...biar semua bisa gabung....nah minggu depan tema kita PENGALAMAN, RISET, dan IMAJINASI....pukul 20:00 teng kita mulai....

by : Hairi Yanti