Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafsir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Al 'Ashr


Ini adalah surat yang terpendek, tapi seperti tersebut dalam tanda kemukjizatan, bahwa satu kata dalam Al-Qur’an bermakna seribu kali lebih dalam. Dipilih dan diletakkan hati-hati, dengan bahasa yang mudah tanpa meninggalkan sisi ‘elok’. Tiga ayat sederhana ini adalah kunci sukses meluncur dengan selamat sampai ke akhirat.

Allah membukanya denga sumpah! Kita tahu tabiat sumpah bahwa itu menunjukkan kepada kesungguhan sang pembicara terhadap perkatannya. Maka jika Allah bersumpah, maka itu pasti sesuatu yang maha penting yang selalu dan selalu manusia lalai di dalamnya. Sesuatu yang tak dapat dibeli, yang begitu dekat sekaligus begitu jauh. Demi masa!

Kenapa waktu? Karena waktu adalah dua sisi pedang yang bisa membunuh atau menyebabkan terbunuh. Jika dia ada dalam genggaman tangan sang ahli maka tebasannya mematikan, jika dia bermain-main, maka dialah yang akan mati di tangan senjatanya. Begitulah waktu di tangan yang mengisinya dengan kebaikan, dan yang menyia-nyiakannya.
Dia Sang Maha Pencipta yang menciptakan manusia seluruhnya, mengetahui bahwa tabiat yang ada dalam diri kita akan membawa kita dalam kerugian. Itu adalah hukum pasti, tak terbantahkan.

Pengecualiannya hanya ada pada 4 bibit yang jika ditumbuhkan, maka selamatlah sang empunya. Dua bibit untuk diri sendiri, dan dua bibit untuk orang lain.
1. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.
Ini adalah kalimat yang jelas, yang beriman dari hati yang terdalam, tanpa keraguan, dan dengan pembenaran yang pasti. Jika iman itu telah berakar kuat maka amal sholeh akan tumbuh di atasnya sebagai bagian yang tak terpisahkan. Iman dan amal sholeh, seperti magnet yang tarik-menarik. Bagi yang sudah lolos dalam kategori ini, maka dia sudah termasuk pribadi yang selamat. Tapi apakah itu saja cukup?
2. Dan nasihat menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran.
Bagian dari tabiat lain manusia adalah mudah terpengaruh, maka untuk beramal sholih secara konsisten, kita butuh lingkungan yang mendukung agar selalu ada yang mengingatkan. Diciptakan dengan nasihat, dengan bertahap, dengan kalimat yang baik, mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu tidak sholih. Dalam prosesnya, ada kesabaran yang perlu dilatih baik dalam menyampaikan maupun dalam mengatasi hawa nafsu yang terkadang khilaf dan silau ketika melihat pemandangan dunia yang indah. Wallahu a’lam. Semoga dimudahkan jalan kita menuju syurgaNya.

Alfaatihah

Seperti layaknya setiap buku yang tertulis, selalu ada pembuka entah itu bernama muqaddimah, kata pengantar, selayang pandang atau apa saja. Dan lazim pula ada penutup yang berisi kesimpulan bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang inti sebuah buku.

Maka Al Qur’an dengan kedudukannya sebagai kitab suci paling utama, dan undang-undang berbahasa indah, juga buku sakti dari kalam Sang Pencipta Alam pun dibuka dengan tujuh kalimat singkat yang berfungsi ganda sebagai pembuka sekaligus kesimpulan. Tak panjang kata tetapi dalam makna.

1. Kalimat ini mungkin sederhana, familiar, dan jika diperhatikan dalam setiap buku, sebelum ada satu hurufpun diketik kalimat ini pasti sudah bertengger dengan berupa-rupa bentuk yang cantik, entah disudut, tengah, atau di bagian atas sebelum kalimat syukur dan pujian. Tata cara ini diadopsi oleh semua ummat dari Al Qur’an yang terlebih dahulu mencantumkan ‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’ dalam baris pertama di pembukaan suratnya.
2. Ketika seorang penulis memulai muqaddimah maka hal pertama yang akan dia tulis adalah ucapan syukur kepada Rabbnya yang telah memberinya kesempatan untuk menyelesaikan buku yang ditulisnya. Tapi karena ini adalah Kitab yang Mu’jiz maka redaksinya menjadi pembaca ‘memuja’ Sang Pemilik Kalam dengan pujian yang sempurna.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
3. Memperkenalkan siapa dan seperti apa Rabb semesta Alam itu? Maka (Ar-rahmaan) dan (Ar-rahiim) adalah nama dan sifat Allah yang menggambarkan bagaimana Dia yang begitu berkuasa dan berkehendak menyayangi hambaNya, mencukupkan rezeki, memfasilitasi sarana hidup gratis beserta tuntunan ‘cara hidup bahagia’ dan ‘selamat di akhirat’, bahkan jika yang diberi nikmat bersikap kufur, meniadakan, sombong dengan dirinya yang begitu lemah, lihatlah! Allah masih memberinya kemewahan dalam kedurhakannya. Allah itu Ar-rahmaan kepada seluruh makhluknya dan Ar-rahiim kepada hambaNya yang beriman.
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Dia adalah Rabb yang berkuasa ketika tak ada lagi yg bermanfaat di hari penghisaban kecuali agama yang melekat pada diri setiap orang. Hari ini dinamai dengan berupa nama sebagai penggambaran. Maka ad-Din (yaumid diin) yang bermakna ‘taat’ menunjukkan bahwa pada hari itu ketaatanlah yang paling menguntungkan pemiliknya. Ad-Din yang bermakna ‘agama’ berarti agama yang diterima hanyalah Islam saja.
Yang menguasai hari pembalasan.
5. Jika mengikuti tata bahasa standard, maka redaksi kalimat ayat ini berbunyi : Kami menyembah hanya kepadaMu (Subjek-Predikat-Objek). Namun jika dikedepankan apa yang seharusnya dibelakang dan berbunyi : Hanya kepadaMu kami menyembah, maka dalam balaghoh ini adalah pengecualian, pengukuhan, dan penetapan bahwa yang berhak diibadahi dan yang haq adalah Allah semata dan sesembahan selainNya adalah bathil. Jelas, pasti, kokoh, tanpa basa-basi, tetapi cantik dan meresap di hati. Dan begitu pula kaidah ini bekerja pada kalimat setelahnya (Dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan).
‘Kami’ adalah hamba-hambaMu yang tak mampu hidup sendiri, dan kadar keimanan kami juga naik dan turun maka kami butuh beribadah secara berjamaah agar ada yang mengingatkan kami ketika futur dan tak bersemangat. Kami menyembah dan meminta bersama, bukan aku seorang diri.
Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.
6. Kami meminta pertolongan kepadaMu ya Rabb, tolong tunjukkan, tolong takdirkan, tolong mudahkan. Tolong hantar dan ridhoi kami di jalan yang lurus, aman, dan pasti. Jalan hidup yang kau janjikan keselamatan dan kebahagiaan bagi yang berjalan di atasnya.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
7. JalanMu yang dulu ditaati oleh para NabiMu, lalu yang membenarkan agamaMu, yang rela mati di jalanMu, dan yang mengamalkan perintahMu dan menjauhi laranganMu. Tunjuki, takdirkan, dan mudahkan ya Rabb.
Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat.
Jangan biarkan kami tersesat di jalan yang Engkau murkai. Jalan kaum yang tertulis oleh tinta hitam dalam semua kitab suci (Yahudi). Jangan pula kau biarkan kami tersesat dari tuntunan pasti yang telah Kau wahyukan. Seperti nashrani yang mengubah kitab layaknya mainan.
Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.

especially for miefta el-jann n' ulia zakira,,
lama gak nulis sswt yg butuh rujukan,,
ini bnar2 krena klian,,

Rabu, 11 Mei 2011

Qaari'ah,,,

Qaari'ah ....
dinamakan begitu krena pada hari itu dan perkara tentang itu selalu membuat jantung berdetak copot,,,krena ketakutan yang sangat. Diulang samapi tiga kali, ditnyakan apakah ada yang tahu???
Karena itu adalah hari yang sangat penting dan semua manusia berhidung harus tahu apa itu hari kiamat yang membuat hati mau copot.
Deskripsinya ,,,
Manusia sibuk masing-masing dengan amal yang akan ditimbangkan pada hari itu. Orang-orang yang mengaku atheis pun akan gemetar menggelepar melihat apa yang mereka tentang itu nyata senyata mata yang membelalak.
Mereka berpencar sibuk menghitung seperti debu yang berputar di sekeliling asap api. Salbut!!
Berlari melebihi batas kewarasan akal. Dan akan kita lihat pada hari itu gunung2 rehat setelah lama duduk. Mereka berubah bentuk dan bertabrakan, bermain. Suaranya akan menambah kekalutan. Bersiap2lah,,
Undang2nya,,,
Barang siapa yang bertauhid dengan benar, amalnya baik dan berat, setiap bagian tubuhnya beribadah, maka timbangan baiknya berat dan tiket bebas menuju syurga. Hidupnya diridhoi n diberkati.
Yang sebaliknya, rajin beramal buruk, bangga beramal buruk, menyembunyikan amal buruk, maka timbangan akan berat pada api neraka yang sangat panas (Hawiyah).
Kiat,,,
sebutlah banyak2 ,,, Subhaanallah wa bihamdihi,, Subhaanallahil 'Adziem,,,
Semoga Allah akan memberatkan timbngan kebaikan kita d akhirat kelak, di hari yang akan membuat jantung cenat-cenut.
{Bilang sama S****h klo yg bikin hati cenat-cenut itu adalah hari kiamat,,
bukan klo ketemu kamu,,,ganti ya lagunya,,,}

pelajaran Qur'an,,
termenung sejenak