Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

My Two Top Writer

Ini postingan kang Tasaro tentang pertemuannya dengan penulis 'Laskar Pelangi' bang Andrea Hirata :

Kawans, yang mengikuti berita dan dunia maya, mungkin sempat menyimak kontroversi lelaki di bawah ini. Saya ingin bercerita, tiga hari saya dengan dia, di Singapura, sisi lain yang tak terbaca, karena kebanyakan orang memahami dia dari jarak yang jauh atau melalui media semata.
Bahwa setiap orang punya titik rentan. Baik dalam berbicara, mengungkapkan siapa dirinya, membahasakan tubuhnya, dan lain-lain, siapakah yang tidak? Tapi saya ingin bercerita bagaimana tiga hari itu mengubah, menambah, dan menyalakan sesuatu dalam diri saya.

Saya ke Singapura sebenarnya hanya karena diajak oleh Chief Editor Bentang Pustaka, Mas Imam Risdiyanto. Mungkin dia sebal karena Muhammad 3: Sang Pewaris Hujan belum juga bisa kita luncurkan. hehehe...jadi saya diajak menengok Singapore's Writer Festival yang di acara ini, Bang Andrea Hirata menjadi pembicara.

Lalu berangkatlan kami. Cerita perjalanannya menjadi hal lain yang banyak memberi inspirasi. Tapi, agar kisah kita fokus, saya gerakkan alurnya langsung ke malam Singapore's Writer Festival di Art House yang prestisius itu.
Tiketnya 25 Dollar, Sodara-Sodara...itu sekitar 200 ribu kuranglah. Sampai di sini juga saya sudah mak "DEG". Itu bule-bule, muka india, melayu, sampai Tionghoa, antre masuk ruangan bertarif lumayan, untuk mendengarkan seorang Indonesia bercerita tentang kampung halamannya.
Maka masuklah kami. Film Laskar Pelangi diputar lagi. Dulu sewaktu menonton saya merasa terharu, tapi kemarin, di Art House Singapore itu, saya benar-benar menahan tangis habis-habisan. Mungkin bukan karena filmnya semata, tapi oleh karena apresiasi penonton yang tertawa. menangis, sesuai adegan yang tertayang. Sobat, itu perasaan yang sangat dalam. Ini bukan lagi Andrea Hirata, Mira Lesmana, atau Riri Riza...ini INDONESIA.
Ketika film selesai ditayang dan tepuk tangan memenuhi ruangan, Bang Andrea muncul di pintu. Saya tidak menyapa buru-buru. Karena saya punya sedikit kenangan asam dengan dia...hahahahah.... Rumus saya, mendekat kalau memang beliau ingin saya mendekat. Tak lah untuk sok dekat-dekat. Lalu diskusi dimulai. Pertanyaan tak habis-habis. Moderator yang ber Singapura English tak harus bekerja keras. Pertanyaan sambung menyambung.
Sampai kemudian, sebuah pertanyaan seorang Bule soal pengaruh Laskar Pelangi terhadap sastra Indonesia dijawab oleh Bang Andrea dengan jawaban yang bagi saya cukup mengejutkan. Dia tidak sibuk dengan bukunya sendiri. Dia, secara implisit dan eksplisit secara berurutan, menyatakan Laskar Pelangi hanya satu di antara karya hebat anak-anak negeri. Lalu dia menyebut sederet penulis Indonesia yang dia banggakan. Sekali lagi ini bukan lagi tentang nama-nama...ini tentang INDONESIA.

Usai acara itu, agak larut, saya berpikir, kami segera kembali ke hotel. Lalu dua hari sisanya akan kami isi dengan bernorak-norak keliling Singapura. Foto2 di sana-sini. Mencicipi MRT yang didambakan Jakarta. Ke Universal Studio dan mejeng di patung Singa berlatar belakang Marina Bay. Tapi tidak....

Bang Andrea dan manajernya yang juga seniman bersuara "astaga": Meda mengajak kami ngopi di Esplanade, gedung beratap "durian" yang megah dan prestisius sebagai hadiah SIngapura terhadap seni itu.
Lalu peribcangan itu dimulai. Meski saya tidak terlau mengikuti keguncanagan sastra belakangan ini terkait statment Andrea di media massa, saya tahu sedikit. Kesepakatannya kemudian adalah: penulis teruslah berkarya, biarlah kemudian karya itu menjadi milik publik dan diapresiasi sebagaimaa mestinya. Sekeras apa pun, kritik selalu membawa manfaat. Saya setuju, karena saya sangat berpengalaman tentang itu. De Javu dengan novel Muhammad yang pernah membanting saya benar-benar....dan semua kembali ke relnya ketika saya memilih diam.

Hal yang lebih menarik malam itu adalah energi Bang Andrea ini....energi yang tersalurkan. Sesuatu yang kemudian mengubah pandangan saya tentanG Agnez Monica (HAAA???)

Bahwa, sudah waktunya, para pegiat seni Indonesia memunculkan diri ke dunia. Ketika publik dunia sudah terang-terangan menghargai karya kita, mengapa kita harus malu-malu?
Andrea mengatakan itu sembari memperlihatkan terjemahan terbaru Laskar Pelango oleh Random House....penerbit Asutralian yang ASTAGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA itu.
 Itu bisa jadi sebuah adegan pamer kedigdayaan jika saya berpikir negatif. Tapi, hal yang menggejolak di dada saya sama dengan apa yang ke luar dari lisan Bang Andrea,"Saya kangen ada penulis Indonesia lain yang menempuh jalur ini, Tasaro."

Ketika kami berbincang di tempat yang menawan itu, di seberang Sungai Singapore yang membentangkan pusat kota Singapore dengan keindahannya, buku Laskar Pelangi telah resmi terbit dengan 78 bahasa, 78 negara. Lalu apa yang membuat kita tidak berkata "Luar biasa!" ?

Ini bukan lagi tentang Andrea...sebab, buku itu berbicara tentang Indonesia. Hari ini, Andrea sedang membincangkan "INDONESIA" di Australia. Dilanjut Jerman, Bulgaria, Portugal, dan beberapa negara lain yang saya bahkan tak menghafalnya....
Bagi saya, ini sudah bukan lagi perihal Andrea...ini tentang negeri yang lebih sering kita caci sendiri. Lalu, sebuah buku berjudul Laskar Pelangi mengambil "TOA" dan berteriak ke negeri-negeri yang jauh bahwa ada keindahan di tanah kita. Ada semengat, ada Bu Muslimah, ada mimpi....ada Laskar Pelangi.

Keesokan harinya, kami lagi-lagi janjian di Esplanade. Bang Andrea diwawancara media lokal. Sesuatu yang lagi-lagi membuat saya berdegup jantung. Indonesia menemukan pengeras suaranya. Kami berjalan-jalan ke banyak tempat hari itu. Pergi ke perpustakan Esplanade. Di situs saya cukup syok karena buku-buku saya ada di deretan rak-raknya. Lalu ke Kampung Arab dan shalat di Masjid Sultan. Makan masakan minang dan minum kepala muda, ketika segerombolan orang lokal, para pelancong dari Indonesia, sampai warga permanent resident yang berhenti sejenak dan meminta foto bersama dengan Andrea.

Saya sukarela menjadi juru foto dadakan. Bagi saya...ini bukan sekadar Andrea....ini...INDONESIA.

Hari terakhir, hari ketiga adalah puncak kebanggaan saya. Bang Andrea menyertakan saya ke rombongan yang diundang sokolah putri Cedar, salah satu sekolah SMP terbaik se Singapura. Kami mengisi sesi pelatihan menulis di sana. Saya dan Mas Imam dipaksa maju dan berbincara. Dasar banci panggung...hahaha...saya memang suka mengajar. Jadilah asyik sesi itu. Inggris pas-pasan, Melayu ipin-upin, dan Indonesia kami pakai untuk menyampaikan apa yang saya sampaikan juga di kelas malam minggu kita.

Hasilnya.....murid2 cerdas itu sangat gembira...guru-guru mereka pun bersuka cita...Dan...apalah lagi yang kita sampaikan jika bukan tentang Indonesia?


 Terlalu singkat cerita ini, tapi saya ingin berbagi optimisme kepada Kawans semua, Indonesia adalah sebuah permata. Lalu, dunia yang semakin mengglobal ini adalah panggung besar yang menunggu karya-karya kita....siapa tahu kita memulainya dari kelas maya ini...dari kesungguhan dan niat baik kita. Amin.



Sabtu, 16 Februari 2013

Resume Kelas Tasaro GK [Alur], 160213

PEMBAHASAN PR! 
menarik bget,,!!

#5plus1: kiriman perdana akan saya posting di reply status ini. Sahabats boleh komentar. Boleh kritik, boleh "hmmm", boleh kasih masukan, boleh langsung "YES" atau "NO". Bebas. Nanti saya akan memberi masukan untuk pengembangannya. Lalu saya akan menyimpulkan rekomendasinya "YES" atau "No". Siaaaap?

Naskah 1




 1.rambutnya kriting ngembang, 
2. jalannya sperti sapi marah, 
3. kbiasaan buruk ngomong semaunya jdi org suka salah paham
4. hobi suka tidur
5. cita2 jdi pakar ekonomi

alur 

1. tokoh remaja labil 
2. goal pakar ekonomi
3. penghalang cita2 broken home, biaya, tulang punggung,bnyak adik yg butuh uang shingga gak bsa kuliahibu sakit2an
4. gagal tdak fokus kul krena kerja, trancam bhenti krena tdak ada uang
5. bangkit : ktika suka seorang pujangga yg suka nulis kata2 motivasi d mading yg biasa dy lewatin d gedung kampusnya (dingin, perfect, melankolis) tpi merasa minder dan gak pernah brani bertemu dan melupakan perlahan2
6. lika liku : blajar otodidak krena tdak ada uang, minta tolong temannya untuk mngajarkan materi kuliah, dan merekam penjelasan dosen, sampai akhirnya cara jalannya yg sperti sapi mau menyeruduk membawa berkah, dia bertemu seorang pengusaha catering tnpa kturunan dan memintanya membantu 
usahanya, dan hdupnya membaik
7. ending : pemilik usahanya ingin pindah ke luar negri dan memintanya meneruskan usaha catering makanan, dan memberikan hak untuk tinggal d rumah sang pengusaha trsebut skligus menunggui rumah, ibunya wafat, 
pesawat yang membawa pengusaha itu keluar negri jatuh dan usaha 
catering dia pegang seutuhnya, dia tinggal d rumah almrhum pengusaha yg tdak besar tpi penuh kenangan bergaya rumah lama, bersama dua adiknya, 
ayahnya menikah lagi, dan tdak dsangka, orang yg pernah dia sukai di kampus datang ke tempat cateringnya, melamarnya, tertarik karena dlu pernah tdak 
sengaja menabrak sang lelaki dan jatuhlah foto waktu kecil dengan 
rambut kriting mengembang lalu dibaliknya tertulis 'profesor ekonomi kriting paling smbrono sdunia'



Okay, kawans...malam ini pembahasan kita (sebelum kembali ke kasus) adalah profesi unik....Meski ini bukan hal mutlak, tapi percaya tidak, bagaimana seorang penulis memilih profesi karakternya punya kontribusi besar kepada pembaca untuk tertarik atau tidak terhadap cerita si penulis. Profesi yang biasa-biasa saja akan memancing atensi yang biasa-biasa saja. Profesi yang luar biasa, akan memicu keingintahuan yang luar biasa.


Dalam sinema kita, banyak bertaburan karakter dengan profesi yang nggak jelas. Pokoknya kerja di kantor berlantai-lantai, pake jas, dasi, sudah...setelanya episode rebutan perusahaan, tanpaaa....sekali lagi...tanpaaa pendalaman perusahaan itu bergerak di bidang apa. Padahal, setiap perusahaan dengan karakteristik khas akan memicu banyak konflik yang menarik.


Nah.....pada point pertama jawaban 7 Pertanyaan Sakti kita, hal yang ditanyakan adalah SIAPA TOKOH ANDA? salah satu komponen karakter adalah profesinya....maka kita akan segera mampu menarik minat baca pembaca ketika kita bisa memilih profesi yang unik...nik....nik...dan tidak pasaran. Sebab, selain memunculkan rasa ingin tahu, profesi unik akan memberi transfer pengetahuan kepada pembaca, plus konflik yang spesifik.

Tidak harus punya 2 profesi....tapi satu profesi yang menarik. Misalnya di Janji Joni: pembawa rol film. Itu menarik. beda, nggak pernah ada sebelumnya.

OKAYYYY.....result yaaah.....secara komponen cerita, 7 jawaban ini sudah sangat baik....sudah lengkap. Sudah runut, punya prospek. Tapi beberapa catatan yang harus disempurnakan adalah:

 1. Karakter sudah menarik, terutama gaya berjalannya. Tapi, karakter uniknya belum terlihat. Jurusan apakah yang dia ambil? Apa yang membuat dia beda dibanding mahasiswa lain? Apa yang bisa membuat pembaca "Jatuh cinta" kepadanya? Mengapa menjadi "PAKAR EKONOMI" jadi obsesinya?
2) interaksi dengan penulis mading misterus sangat potensial dikembangkan. Menjadi sesuatu yang eksotis dan menantang. Tapi dalam kerangka di atas eksplorasinya masih sederhana.
3) lika-liku: belajar otodidak itu menariiiiiik! saya jadi ingat film Homeless to Harvard yang sangat kuat... coba searching yah. Kisah tunawisma yang cerdas karena menghapal ensiklopedi. Atau serial "SUIT" seorang putus sekolah yang cerdas abis dan jadi pengacara. NAAAAH...potensi ini bagus kalo dibuat detail. Cara belajar uniknya gimana? Teman seeksentrik apa yang mengajarinya. Hayoooo pasti bisa.
4) ENDING! yah...ini titik lemahnya. Endingnya terlalu mudah. Harunsya untuk karakter sekuat ini, dia akan mampu mencari "kemapanannya" sendiri. Bukan sekadar pemberian. Jadi....faktor berjayanya, kemudian menikah dengan tuan Misterius harus diolah agar benar-benar bisa dijadikan motivasi pembaca untuk "melakukan hal yang sama".

saran : 

1. coba endingnya tidak terduga. mungkin endingnya coba di modiv lagi  
2. endingnya.. rada terlalu dipaksakan dengan kejadian" yang diseting terlalu mudah (to good to be true) dalam peraihan kesuksesannya
3. akan lebih menarik jika difokuskan ke mahasiswa jurusan apa.... yang tidak biasa...
4. Alur terpampang nyata, tp penggambaran singkatnya terlalu biasa. Pembaca bisa jenuh ato ditengah2 merasa 'paling ujung-ujungnya juga...' Kecuali jika dikemas pakai bumbu diksi yg luar biasa
5. hrs gali info dl ya, spy profesi unik itu bs kita kuasai..
6.  bagus banget kalo ada transfer ilmu, misal resep masakan ato cara ngolah sesuatu bahan, ato teknik masak misal buat dapetin rasa gurih gabungin aja garam & gula


Naskah 2 : 


1) siapa tokoh Anda?
Web designer, obesitas, bujangan, tinggal di rumah warisan di sebuah kota kecil, sebut saja John Doe.
2)apa goal hidupnya?
Sukses usaha jasa web design. Nikah di usia 26.
3)apa/siapa penghalang tokoh Anda untuk meraih goal-nya?
Beberapa klien dengan budget besar, membatalkan pekerjaan.
Satu klien misterius dari negri seberang. Sejak berhubungan dengan klien misterius ini, John mengalami beberapa keanehan, hingga akhirnya dia mendengar suara2 di kepalanya. Suara itu merupakan simbol bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Misal, suara denting logam berarti akan terjadi kejahatan dengan senjata tajam, dsb.
Cewek yang ditaksirnya yang berkala dikiriminya puisi & hadiah. Cewek ini adik sepupunya sendiri.
4)bagaimana cerita tokoh Anda mengalami kegagalan dalam meraih goal-nya?
Klien A: bulan pertama penawaran, bulan kedua deal & mou terkirim, bulan ketiga gak ada kabar. Klien B: kurang dari seminggu sudah deal, di tengah-tengah pekerjaan klien membatalkan pekerjaan karena mendapat tawaran yang lebih murah meski dengan kualitas lebih jelek, masalahnya di awal2 klien B ini menginginkan sebuah web yang mewah untuk mendongkrak branding perusahaan mereka. Klien C: dari bulan pertama sampai ketiga meeting mulu, setelah penawaran harga dia nolak dan ngilang.
Akhirnya, setiap mendapat pertanda suara di kepalanya, John merasa berkewajiban untuk mencari tahu dimana kejadian buruk akan terjadi dan dia harus mencegahnya. Ini membuat pekerjaannya terbengkalai. Dan, John hampir selalu gagal mencegah kejahatan, digebukin, bahkan pernah lari terbirit-birit sebelum menjalankan misi.
Cinta John ditolak.
5) apa/siapa yang membuat tokoh Anda bangkit dan mengubah cara pandangnya?
Web design: buku yang dibacanya & odesk.com.
Pembela kebenaran: kegagalannya.
Cinta: John ketemu seseorang yang baru.
6)bagaimana urutan peristiwa berliku-liku tokoh Anda sampai meraih Goalnya?
Jadi John bersemangat ngumpulin duit buat nikah, hidup nyaman meski sederhana. Usaha web design John berantakan karena kelakuan klien2 lokal yang rese2. Juga satu klien dari negri seberang membuatnya mempunyai kemampuan supra yang tidak diinginkannya.
John frustasi dengan usahanya yang seret, tapi sebuah buku dari tutsplus unlimited freelancer membuatnya mengubah usaha jasanya menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan uang bahkan di saat dia tidur. Trus dengan info dari rekan seprofesi John jadi fokus melayani klien luar negri via sebuah web marketplace.
Sebagai pembela kebenaran yang sering dibully lawan2nya, John mulai belajar silat. Disini, goal John bertambah: jadi laki2 perkasa. John jadi tahu bahwa tata krama adalah pelajaran yang sangat diutamakan di silat, dan sholat 5 waktu adalah ilmu tertinggi perguruannya. John jadi tahu juga, bahwa silat diciptakan oleh genius2 masa lalu, bahwa jurus hanyalah kulit luar dan konsep adalah jiwa dari jurus.
Soal gebetan baru si John, saya belum kepikiran 
7) bagaimana Anda membuat ending yang memesona pembaca?
Ternyata, klien misterius itu adalah salah satu guru silat John. Dia sengaja menanamkan kemampuan khusus pada John dan membuat John berguru padanya, agar John bisa jadi alat untuk memuluskan rencana kejahatannya. Kenapa John yang dipilih, karen guru John ini pernah berjanji pada temannya (ayah John) bahwa dia akan mendidik anak temannya itu dalam olah kanuragan. Akhirnya John berhadapan dengan gurunya, kalah, terpaksa membiarkan gurunya melanjutkan aksi kejahatannya asal John tidak dibunuh, dan pulang dengan bercucuran air mata.


Okay, pembahasan kita sekarang tentan NAMA karakter. Jangan lupa sahabats, nama adalan unsur yang sangat penting bagi pembaca untuk mengingat karakter kita. Nama karakterlah yang dibaca kali pertama oleh pembaca dan diingat sampai kapan pun. Maka, memilih nama yang tidak biasa, meaningfull, dan enak di telinga adalah PR yang menyenangkan. Teorinya, nama karakter biasanya menjadi identitas AGAMA atau SUKU karakter kita. Tapi, hal itu tidak berlaku pada nama karakter yang oleh penulis diberi keterangan, mengapa dia bernama begitu. MISALNYA....cewek bernama SLAMET....akan jadi masalah jika penulis tidak menerangkan kepada pembaca, mengapa nama cewek itu SLAMET. Sebaliknya, akan menjadi modal yang menggelitik jika penulis memberi kisah dibalik nama itu dengan menarik.
Pada kiriman di atas, nama belum diputuskan. Masih beridentitas John Doe, atau SI FULAN....tapi, karakter yang dibangun sangat menari, bagi saya. Web Designer masih sangat jarang muncul dalam berbagai cerita. Karakter obe dll sudah sangat baik disusun. Konfliknya juga kuat. Kalau pun ada hal yang mesti dirapikan adalah...membeloknya cerita dari dunia Web Design menjadi cerita silat. hehehe...meski bisa jadi unsur itu menguatkan, tapi menurut saya, seharusnya tidak membelokkan alur yang sudah dibangun sejak awal perihal Web Design dan dunianya.....

Untuk pemilik cerita yang saya yakin BAKAL JADI CERITA BAGUS ini.......hanya perlu meluruskan alur...membuat fokus, dan menyiapkan ending yang lebih "BERTENAGA".

Okay teman-teman...ini yang akan kita lakukan setiap pekannya. sekadar mengingatkan, pembahasan kita pada TIGA KOMPONEN FIKSI (Karakter, Alur, dan Diksi) telah sampai pada poin kedua: ALUR. Nah, setiap pekan, kita akan bahas kiriman dari teman-teman yang telah menjawab 7 Pertanyaan Sakti, sambil membahas berbagai materi yang terkait. Setelah semua "proposal" terbahas" baru kita masuk ke komponen paling susah yakni DIKSI.
Untuk malam ini cukup dua "proposal" dulu....minggu depan semoga lebih banyak yang bisa kita bahas....saya tunggu #revisi nya untuk yang sudah dibahas. SEMANGAAAT!







Jumat, 08 Februari 2013

Resume Kelas menulis Tasaro [Karakter], 020213


Okay, Kawans. Malam ini kita berbagi perihal tiga elemen yang sangat menentukan sebuah karya diterima dan diingat oleh pembaca. Tiga elemen yang dimaksud adalah: KARAKTER atau tokoh, DIKSI atau pilihan kata, dan terakhir ALUR atau lika-liku cerita.
 Goood....skrang, tolong teman2 pilih satuuuu saja karya fiksi yang paling diingat. Tolong tulis judulnya, sertakan beberapa kalimat yang paling menggambarkan, perihal apakah gerangan karya fiksi tersebut. Boleh cerpen atau pun novel. Monggoooo..

1. Baru aja baca existere-nya Sinta Yudisia. Sesuai judulnya, existere, maksudnya eksis. Manusia akan berusaha untuk berkorban untuk bertahan. Kalau jaman dulu, suku aztec ramai2 merelakan anak2nya berkorban demi kelangsungan hidup sukunya, nah jaman sekarang bukan milih apa/siapa yang akan dikorbankan, tapi nyari siapa yang akan dikorbankan buat mempertahankan kepentingannya. Mengerikan, ya? *epilog tokoh Ochi, Vanya ketika nyimak materi kuliah*

2. Muhammad _leleki Penggenggam hujan_ Novel tentang perjuangan seorang cendikia dari persia yang lari dari kehidupan nyaman demi mencari tahu kebenaran ramalan agamanya tentang nabi baru...

3. Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Sgirazy. Kata-kata yang paling diingat, kutipan dari Ibn Athaillah: "Cinta sejati itu menyembuhkan bukan menyakitkan."
Ceritanya tentang tokoh Azzam yang kuliah S1 di Kairo tapi belum lulus hingga 9 tahun kuliahnya. Pertemuannya dengan Anna Althafunnisa membuatnya jatuh hati pada gadis yang ternyata menjadi primadona mahasiswa Indonesia di Kairo. Setelah melewati begitu banyak likuan hidup, akhirnya Azzam berhasil menikah dengan gadis idaman hatinya itu.

4.  Pitaloka nya ms Tasaro Gk dahh kisah cintanyaa Pitaloka ma Purandara n Datutantra. Pitaloka yg pnh diculik ma sang ayahnya Purandara yg bengis dan kejam namun tak dsangka si anak, Purandara menyelamatkan nyawa sigadis cantik cilik Pitaloka dari cengkraman kejahatan sang ayah,,, demi cinta Purandara berani menentang sang ayah~~ (tp ayah nya Purandara ak lupa ms namanya sapa yak? ) (-,-)"a

@All: okay......sudah banyak contoh yah....Kawans...baru saja kita membuktikan, pada akhirnya, sebuah kisah akan meninggalkan hal yang paling awet di dalam

benak pembacanya yakni CERITA nya sendiri. ALUR nya. Betul?

 Namun, ketika membaca CERITA itu, ALUR itu, kita membutuhkan sesuatu agar pembaca benar-benar menikmatinya, sungguh-sungguh mengikutinya yakni DIKSI atau pilihan kata yang TEPAT...bisa jadi karena PUITIS atau justru BERSAHAJA atau RENYAH...atau KOCAK... macam-macam.

 Jangan lupa juga, ALUR atau lika-liku CERITA tadi hanya akan melekat di batin pembaca selain karena disampaikan dalam DIKSI yang tepat, juga terbantu oleh KARAKTER yang tak terlupakan. TOKOH yang khas....yang membuat pembaca JATUH CINTA.

SIAAAAAAAAAAAAAAAAAP.....malam ini, kita akan BERLATIH...bagaimana membuat KARAKTER, ALUR, dan DIKSI yang kuat...baik. Dimulai dengan KARAKTER atau tokoh.

Silakan teman-teman mengumpulkan nama LIMA orang yang paling teman-teman anggap UNIK sepanjang hidup teman-teman...KUMPULKAN, kasih urutan 1-5...TAPIIIIIIII....jangan ditulis di sini.....di kertas atau di laptop masing-masing....MULAI!

SUdah semua yah...BAIK...metode sederhana untuk membuat KARAKTER yang UNIK dan membuat PEMBACA tertarik adalah menggabungkan beberapa KARAKTER yang kita kenal. BAIK...instruksinya adalah.... Saya punya satu karakter bernama BEJO.....nah...BEJO ini punya RAMBUT persis sama dengan RAMBUT orang yang ada di nomor LIMA pada daftar yang Kawans punya. Silakan sekarang KAWANS ketik di kelas ini....bentuk rambut orang ber nomor LIMA pada daftar yang Kawans

punya...BENTUK RAMBUTNYA SAJA...jenisnya.....

OKAY...instruksi KEDUA....BEJO ini punya cara berjalan persis sama dengan orang bernomor DUA pada daftar Kawans semua...silakan TULIS.

Hahahahaa....lucu ya? INSTRUKSI ketiga....BEJO, tokoh saya ini, kebiasaan BURUKNYA sama dengan orang nomor SATU pada daftar punya KAWANS semua...INTRUKSI diulang buat yang terlambat.

Lanjooooooooooooooooooot....instruksi ke EMPAT, Bejo, tokoh saya itu......punya hobi sama persis dengan orang nomor TIGA pada daftar yang Kawans punya...silakeun TULISSS.

 Instruksi ke LIMA: BEJO tokoh saya ini, punya CITA-CITA sama persis dengan orang nomor EMPAT pada daftar yang Kawans punya....

 hahahahaha....lucu-lucu...lanjot yaaaaaaaaaaaaaaaaaaah......sekarang....hasil dari acak-acakan ini, silakan Kawans tulis di bawah dengan strutur: BEJO karakter saya, berambut:.....bergaya jalan:.....berkebiasaan buruk:....berhobi: ..... dan bercita-cita:.... MULAI....

@aLL: HAHAHA...unik, kan? Kawans....justru yang kita butuhkan adalah "KEKACAUAN" agar karakter kita bisa lengket pada benak pembaca. Tentu, kita butuh melakukan "rasionaliasi" supaya kekacauan itu akan diterima pembaca. PASTINYA...tokoh dengan 5 unyeng-unyeng: pusaran rambut, akan lebih diingat dibanding yang punya satu unyeng-unyeng.. Tokoh yang kalo ngomong setiap kata disela TAWA akan lebih diingat pembaca dibanding yang cara bicaranya biasa saja...tokoh yang cara berjalannnya seperti KELINCI akan lebih diingat oleh pembaca dibanding yang berjalannya normal-normal saja.. kita sebagai PENULIS hanya perlu meberangkan, mengapa tokoh kita berjalan seperti KELINCI, bagaimana lingkungan merespon LIMA unyeng-unyeng dan kebiasaan Ngakak setiap bicara satu kata....HANYA ITU...

Baik....KITA sudah mempunyai karakter UNIK....persilakan Kawans semua mengganti nama BEJO menjadi nama APA PUN yang KAwans anggap MENARIK dan

UNIK...selanjutnya, kita masuk MATERI ke dua.....ALURRRR....


Baik....untuk ALUR yang menarik...KAWANS hanya harus menjawab TUJUH PERTANYAAN KUNCI....adddddddddaaaalllah:
1) siapa tokoh Anda?
2)apa goal hidupnya?
3)apa/siapa penghalang tokoh Anda untuk meraih goal-nya?
4)bagaimana cerita tokoh Anda mengalami kegagalan dalam meraih goal-nya?
5) apa/siapa yang membuat tokoh Anda bangkit dan mengubah cara pandangnya?
6)bagaimana urutan peristiwa berliku-liku tokoh Anda sampai meraih Goalnya?
7) bagaimana Anda membuat ending yang memesona pembaca? Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....bahasnya bisa lama....

Kawanssss...karena waktu sudah larut...jadi TUJUH PERTANYAAN KUNCI di atas jadi PR yaaaah.....saya tunggu sampai JUMAT minggu depan....silakan inbox

jawabannya ke Tasaro GK.....jadi, Sabtu malam kita bisa bahas per orang...per kasus...siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap? saya tunggu di INBOX Tasaro GK yaaaah......trimakasih banyak sudah hadir di kelas baru ini....mengingatkan, hari ini kita membahas 3 PILAR FIKSI: Karakter, Alur, dan Diksi.....KARAKTER sudah selesai, ALUR dengan tujuh pertanyaan sakti-nya jadi PR dan DIKSI akan kita bahas terakhir....selamat malam, selamat berkumpul dengan keluarga. Apa pun bunyi headline media massa besok pagi, tetap MENULIS! ASSALAMU'ALAIKUM....



Sabtu, 26 Januari 2013

Resume Kelas Menulis 5 panca indra


minggu lalu kita sudah menyelesaikan dua komponen panca indera dan cara mengekspolorasinya dalam tulisan...
Penglihatan, 2. Pendengaran. Malam ini kita akan bahas tiga komponen pancaindera yang tersisa: Peraba, Pengecap, dan Penciuman. Hal terakhir yang kita bahas adalah "indera" ke enam yakni: koneksitas....
kita sekarang masuk ke anggota pancaindera ketiga yakni PERABA....
semua yang punya kulit pasti bisa meraba...nah alat indera ini sungguh anugerah yang luar biasa...dengan kulit kita bisa merasakan panas, dingin, sakit, dll.... nah, pertanyaannya? Jika kita menuliskan hal-hal yang terasa oleh kulit kita, agar pembaca merasakan hal yang sama, bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan membuat perumpamaan-perumpamaan yang membantu pembaca kita seolah-olah mereka merasa/meraba hal yang yang sama: panas yang sama, dingin yang sama, cubitan yang sama.
kita sebagai penulis, harus bisa "Memperlihatkan, menggambarkan" bukan "mengatakan
jadi, kita pilih perumpamaan-perumpamaan yang mendekatkan imajinasi pembaca dengan objek yang kita raba
Semuanya! Silakan absen barang-barang apa yang ada di dekatnya.! tulis yaaa.
Hayo...tuliskan barang apa pun yang ada di sekeliling kawans semua.
AYO ABSEN LIMA BENDA YANG ADA DI DEKAT KAWANS SEMUA! PILIH YANG TEKSTURNYA KHAS!
cukup yah...NAAAAAAAAH...sekarang kawans semua RABBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBAAAAAAAAAAAAAAAA! semua benda-benda itu! GREPE-GREPEEEE MULAI!
Sudaah? Baik...sekarang...Kawan semua silakan menuliskan hasil raba-rabanya....Mulai!
tekstur GELAS dengan BANTAL dengan KURSI dengan SALJU tentu berbeda...silakan kawan menggambarkan perbedaannya.
SHOW! not TELL! gambarkan bukan mengatakan....bukan KASAR tapi SEPERTI PERMUKAAN BATU APUNG bukan HALUS tapi SEPERTI KULIT BAYI
Kawans, diskripsi kawan2 kebanyakan masih TELL: Halus, kasar, dll...ayoo kita tingkatkan menjadi SHOW: kasaranya SEPERTI APA? halusnya SEPERTI APA?
mau LEBAY? biarin...mau NGACO, biarin...yang penting kita latihan bikin PERUMPAMAAN DULU.
OKE... KAWAAAAAAAAAAAAAAANS! urutannya adalah: RABA-RASAKAN-menurut imajinasimu, teksturnya mengingatkanmu kepada BENDA APA? - langkah terakhir TULISKAN
OKAY KAWANSSS! MANTAAAAAAAAAAAAAP...SUDAH BISA DITANGKAP YAH? Baik....kita ke indera berikutnya PENCIUMAN...ini paling susaaah.
coba ENDUS berbagai objek yang KIRA-KIRA punya aroma KHAS di sekeliling KAWANS semua.....CIUM AROMANYA, berimajinasilah....AROMA objek itu mengingatkan kawans KEPADA APA? KEPADA OBJEK APA?
PERUMPAMAAN itu ada yang abstrak ada yang REAL...ndak papa dua-duanya..
AWAAAAAAAAANSS! PINTER-PINTER.... sudah bagusss.....kita lanjut ke INDERA YANG TERAKHIR......INDERA paling mengenyangkan...INDERA PENGECAP....
BAIIIIK.....ini yang susah...hahah...coba agak julurkan LIDAH kawans semua...dikiiiiiit aja...untuk menjilat objek-objek yang bisa dikecap di sekeliling KAWANS semua...nggak harus MAKANAN yaaaaaaa.....BAIIIK...sekarang renungkan....IMAJINASIKAN....rasa yang TERKECAP itu mengingatkan KAWANS kepada objek apa....? MULAI!
CONTOH: rasa durian seperti MENTEGA BASI
apakah tepat kalo air putih yang HAMBAR dianalogikan seperti es sirup yang pasti ada RASANYA? hayooo.....perbaiki.
CLASSSSSSSSSS! ada pertanyaaan???? sejauh ini dah kebayang yah? Memang tetap pada akhirnya PELATIHAN yah...semakin sering semakin BAGUSSS....yang penting malam ini kita tahu GOAL-nya membuat PERUMPAMAAN dulu....nanti untuk KETEPATAN perumpamaan itu ditentukan oleh LATIHAN.
coba baca buku2 terjemahan...novel2 pemenang penghargaan...selalu ada permainan ANALOGI yang menarik, terobosan, mengundang senyum, haru. dll.
perumpamaan yang paling mudah dibayangkan pembaca adalah ANALOGI yang ringan dan mudah DIINDERA oleh pembaca.

by : Yudith Fabiola

Resume Kelas Menulis 5+1 dg Tasaro GK, 26 januari

KONEKSITAS



nah, kita lanjutkan obrolan minggu lalu yaaa....Jadi dalam materi #5plus1 Kita, 5 elemen sudah kita bahas ya...semoga juga dilatih oleh kawans di rumah...Sekarang kita mau membahas elemen "+1" nya... Siaaap?

Kalau lima elemen sebelumnya adalah aplikasi dari lima pancaidera, maka elemen "+1" adalah pengikat seluruhnya yakniiiiiiiii....indera keenam ...hihihi...kira-kira apa itu?

kami menyebutnya......"koneksitas"

Perhatikan deh, bagaimana penulis-penulis terkenal membuat naskah mereka yang tampak "sederhana" kok keren bangeeets...kadang2 kita malah bingung, apa ya, yang bikin bagus.

Nah, selain berhubungan dengan lima indera, koneksitas ini memperlihatkan seberapa banyak buku yang dibaca oleh penulis, berapa film yang ditonton, berapa luas pengetahuannya.

kita nih, mau menceritakan kisah remaja sekarang, coba deh. rata-rata kalo kisah remaja pan hadeeeuh....bintang sekolah pacaran ma jago basket, saingan ama anak yang punya yayasan.

Nah, kalau kita nih penulis yang punya kemampuan "koneksitas" bagus, mau cerita seklise ini pun akan jadi menarik. Ceritanya dengan memasukkan data-data yang tidak biasa ke dalam alur cerita, sehingga konflik di antara si Jago Basket, bintang Sekolah, dan anak Ketua Yayasan jadi lebih menarik.

Ingat "ADA APA DENGAN CINTA?"

hayooo....kira-kira...elemen apa di luar konflik khas remaja yang muncul dalam cerita AADC dan membuat cerita itu tampak jadi kereeeen bangets?

elemen dunia sastra, politik

pintarnya script-writer masukin Aku-nya Chairil, tokohnya AADC jadi cerdas dari perspektif sastra

Jadi, unsur sastra menjadi "alien" dalam kisah cinta remaja itu dan jadi "SSSSSSSSSSESUATUK" bandingkan dengan sinetron2 atau FTV yang bertema serupa, tapi unsur "koneksitasnya" justru soal harta, dll....contoh : Bawang Merah Bawah Putih (alamak jadulnya)

Nah, "HUKUM" koneksitas itu tidak hanya berlaku dalam alur dan unsur cerita yang memperkaya cerita, tapi juga sebaiknya kita masukkan dalam kalimat.....hayoooo mau contoh?

CONTOH KOMPARASI

PENULIS BIASA

Sari mendatangi kios kelontong itu pagi tadi, membelanjakan seluruh gaji suaminya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

PENULIS ber-KONEKSITAS

Sari pening kepalanya, ketika Bu Maman, pemilik kelontong tetangga rumahnya, menyorongkan sekeresek belanjaan berisi sekilo cabai, lima liter beras, dan tiga ikat sayuran. Cabai besar Rp1000 rupiah per satunya. Itu menghabiskan hampir setengah gaji suaminya...

COBA BANDINGKAN KAWANS.... siapa yang bisa menengarai nilai koneksitas di contoh kedua?
Kira-kira, apakah semua penulis tahu berapa harga CABAI BESAR hari ini? atau hanya penulis yang melakukan KONEKSI? yang ngecek harga ke Warung? yang Googling, atau setidaknya nanya ibunya? Heheheeh

PENULIS BIASA: Seorang penulis seperti Angga, sepanjang hidupnya lebih suka kesendirian, membaca banyak buku, menuliskan idenya ke dalam tulisna.

PENULIS BERKONEKSITAS: Sari memahami kehidupannya sebagai penulis seperti ibu yang mengandung bakal anaknya. Setiap hari memberinya gizi yang baik, sabar menunggu si jabang bayi menyempurna di dalam rahimnya.

HAYOOO.... apa bedanya? Ada nilai KONEKSITAS apa di dalam naskah PENULIS BERKONEKSITAS?

pertanyaannya, apakah SEMUA PENULIS mengetahui bagaimana proses janin bertumbuh di dalam RAHIM? Ataukah hanya penulis yang membaca buku tentang proses kehamilan, Googling tentang kehamilan, atau bertanya kepaa ibunya? hayooo.....INILAH kekuatan KONEKSITAS.....menghubungkan dua, tiga data yang secara langsung tidak berhubungan, tapi punya kemampuan untuk memperkaya naskah, memberi nilai plus kepada PEMBACA. asyik, ya?

jadi mau kisah cinta, sejarah, cerita anak, apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pun...dengan KONEKSITAS, nilanya akan lebih tinggi dibanding kisah biasa.
Anne Adzkia Indriani mau tanya, bagaimana tipsnya kita bisa menciptakan koneksitas yg tepat? misalnya pd contoh ttg penulis tadi. kok kepikiran menganalogikannya dgn kehidupan rahim? aku gak kepikiran sejauh itu ;p
Anne Adzkia Indriani: nah, itulah kenapa tadi, KONEKSITAS, hanya dimiliki penulis YANG BANYAK BACA.....BANYAK NGOBROL, BANYAK JALAN-JALAN....ketika kita tahu rasanya menulis, terus kita tahu proses janin dalam perut, kita akan menemukan persamaan. SAMA-SAMA nggak bisa dipaksain lahir sebelum waktunya SAMA-SAMA butuh asupan GIZI yang baik...SAMA-SAMA bertumbuh dengan waktu....nah, KLIK...langsung deh...kita sandingkan.

supaya tak berkesan laporan ilmiah gimana ya mas?

GAMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG! bayangin aja kita lagi ngegosip...hahahaha. Coba deh...kalo lagi ngegosip kan lompat-lompat tuh....gak kerasa kita nih menghubungkan banyaaaaaaaaaaak hal dalam satu bahasan. haha...tapi mesti dikendalikan biar tidak ke mana-mana.

kapan saat koneksitas muncul kapan ga perlu mas ?

pertanyaan baguuuus.ss......jadi koneksitas itu untuk memperkaya naskah, bukan mendominasi...jadi kita menambahinya sebagai bonus....jangan diseluruh tubuh naskah...cukup pada hal2 yang tidak biasa dan tidak diketahui kebanyakan pembaca saja.

ksimpulannya, koneksitas itu sperti membuat jaringan sebanyak mungkin untuk menggambarkan satu hal?

boleh dibilang begitu...tapiiii jangan pula kebanyakan...jadi buat bonus aja bagi pembaca...jangan habis pulak satu paragraf sama bonus...nanti istilahnya bukan bonus lagi dooong.

atau boleh dikatakan bahwa koneksitas adalah kemampuan penulis untuk memjaga keyterkaitan antar unsur- unsur dalam cerita, dan tidak menjadikan unsur itu sekedar tempelan belaka, bagaimana menurutmu mas?

Asyeeeeeeeeeeeeek......bener gitu..jangan jadi TEMPELAN...harus menyatu.....tidak terasa oleh pembaca.

jadi, kita menambahkan "koneksitas" ini pada bagian-bagian yang termasuk ke dalam cerita atau tambahan sebagai 'pemanis' aja? *apa ya istilah dalam kepenulisannya*

BONUS...kalo pemanis...nanti jadi tempelan, Mbak...jangan juga. Bedanya BONUS sama TEMPELAN, ada pada keseriusan pembaca mendalaminya...memberi informasinya secara utuh kepada PEMBACA.

boleh minta contoh yang bentuknya tempelan, Mas?

Sari menyetel TV dan menyadari gambar di layar plasma itu tak sempurna. Seperti efek CMYK tak sempurna pada mesin pencetak kertas....(udah...si penulis tidak menjelaskan lagi apa itu CMYK...bagaimana kinerja mesin cetak)

KAWAAAAAAAAAAAAAAANS!!!!!!! Bisa diterima yaaaaa? Hadeeeuh...#5plus1 udah tersampaikan semua....kuasai ini saja, tulisan kita akan MANTAP DIJE bener....naaaaaaaah...karena malam ini banyak temen2 dari Tasaro Gk Dua tidak bisa menyimak acara kita, mulaiminggu depan, kita pindah channel ke Tasaro GK Juru Dongeng yaaaaaaaaa...biar semua bisa gabung....nah minggu depan tema kita PENGALAMAN, RISET, dan IMAJINASI....pukul 20:00 teng kita mulai....

by : Hairi Yanti