Tampilkan postingan dengan label ayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayat. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Surat Al Ahzab ayat 69-73

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَكُونُوا كَالَّذِينَ ءَاذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِندَ اللهِ وَجِيهًا {69}
 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا {70}
 يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {71}
 إِنَّا عَرَضْنَا اْلأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً {72} لِّيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللهُ عَلَىالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {73}


1. Ayat 69

Pada ayat (كَالَّذِينَ ءَاذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوا) 
[seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan]

Nabi Musa adalah Nabi yang sangat sabar, karena kaum yang dihadapinya sungguh bukan kaum main-main melainkan Bani Israil yang banyak membantah. Bukankah masyhur istilah orang yang suka membantah dimisalkan dengan Bani Israil? Beliau juga (ستيراً) tidak pernah menampakkan auratnya di depan orang lain. Disebutkan bahwa dahulu kaum Bani Israil menyebarkan gosip bahwa pada tubuh nabi Musa terdapat penyakit kulit yang membuat Nabi Musa tak pernah menampakkan anggota tubuhnya kepada orang lain. Mereka menyakiti nabi Musa dengan kabar bohong tersebut. Maka Allah lepaskan Nabi Musa dari tuduhan itu dengan kuasa-Nya. Pada suatu hari ketika Nabi Musa sedang meletakkan bajunya di tepi sungai. Sebuah batu membawa lari pakaian Nabi Musa sehingga tampaklah betapa Allah menciptakan Nabi Musa dengan sebaik-baik bentuk. Tak ada satupun penyakit kulit menempel padanya. dan jelaslah kebohongan berita-berita itu.

2. Ayat 70 & 71

Ayat ini adalah jawaban bagi manusia yang bertanya-tanya dalam perjalan kehidupannya kiranya kenapa hidup ini begitu sulit? Ayat ini menjawab dan memberi solusi jitu. 
 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا {70}
 يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {71}
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (QS. 33:70)
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. 33:71)

Jika kita bertanya mengapa hidup ini sulit? Maka jawabannya, apakah kamu sudah bertaqwa? Apakah kamu sudah mengatakan hal yang benar?
Karena jaminannnya adalah : Allah akan memperbaiki bagimu amalan-amalanmu, mengampuni bagimu dosa-dosamu. 
Undang-undangnya : Jika kita mentaati Allah dan Rasul-Nya maka kita termasuk orang-orang yang menang. dan kemenangan itu adalah kemenangan di dunia dan di akhirat. 
Seperti apakah kemenangan di dunia? Apakah hanya berupa kebahagiaan seperti yang tampak?
Sesungguhnya kemenangan itu berupa kemudahan urusan di dunia. Jika ditimpa musibah, dia mampu bersabar. Dan jika diberi nikmat dia bersyukur. Dan sesungguhnya kebahagiaan itu jika kita tidak bisa memasukinya di dunia maka kita tidak akan bisa memasukinya di akhirat kelak.

3. Ayat 72

 إِنَّا عَرَضْنَا اْلأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً {72} 
لِّيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللهُ عَلَىالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {73}
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. 33:72)
sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:73)

Tidak ada makhluk ciptaan Allah manapun yang mau dan mampu mengemban beratnya amanah kecuali manusia. Telah ditanyakan kesanggupan gunung, langit, bumi, dan tak ada satupun yang menerima beratnya amanah. Jika begitu, kenapa di akhir ayat manusia disifati dengan zalim dan amat bodoh? 
Karena memang sifat kebanyakan manusia zalim dan bodoh. Mereka lupa bahwa di pundaknya terletak amanah. Mereka lupa bahwa sekecil apapun amanah bahkan hanya sekedar menyampaikan salam adalah amanah yang akan dihisab jika tidak disampaikan. Mereka hidup hanya untuk tujuan duniawi (makan, minum, tidur, mati).

Dengan adanya amanah ini maka jenis manusia dibagi tiga berdasarkan sikap mereka terhadap amanah : 
# Munafik : Menunaikan amanah hanya secara lahir saja tidak dari dalam hati.
# Musyrik : Meninggalkan amanah baik lahir maupun batin.
# Mu'min : Menunaikan amanah lahir dan batin.
Balasan untuk kelompok pertama dan kedua adalah adzab Allah seperti yang disebutkan ayat di atas, sedang bagi orang mu'min maka bagi mereka taubat terbuka lebar. 


Penutup :

# العقل خادم لك ليس أنت الذي خادما له
Akal itu adalah budakmu bukan kamu yang menjadi budaknya. 
Kita jangan terkecoh dengan pemikiran akal semata yang membebaskan eksplorasi terutama dalam hal-hal ibadah yang memang sudah pasti dan tidak bisa dinalar. Seperti dalam hal mengusap khuf bagi musafir. Secara akal kita bertanya-tanya kenapa bagian atas khuf yang di usap? Bukan bagian bawahnya? 
Itu sudah merupakan ta'abbudiyah yang mana kita sebagai hamba hanya perlu mendengar dan mengerjakan tanpa mempertanyakan. 
Tidak ada yang salah ketika kita menggunakan akal dan mempertanyakan kenapa ada syariat ini? Kenapa ada hukum itu? Karena semua hal yang diatur oleh Islam pasti benar dan ada hikmahnya. Namun hal itu tetaplah dalam koridor aqidah yang benar dan terjaga. 
# Manusia jika melihat musibah yang menimpa orang lain maka mereka akan bisa bersabar. tapi jika hanya sibuk dengan musibah yang menimpa dirinya maka sepanjang hidup hanya akan hobi mengeluh. 


_Ustadzah Jihan_

Jumat, 15 Maret 2013

Alfaatihah -part 2-

Syarah yg lebih daqiq (dalam) tentang Alfaatihah hari ini di pelajaran tafsir.
oleh : Ustadzah Jihan

1. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Aku mulai membaca dengan nama Allah. Mengajarkan bahwa semua hal sebaiknya dimulakan dengan basmalah. Sesuatu yg sederhana dan harus dibiasakan. Ketika memulai makan, minum, duduk, belajar atau apapun yg bernilai positif.

2. الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الْحَمْدُ : Pujian. Sesuatu yg berbeda dari syukur. Pujian lebih umum, ditujukan kepada sesuatu yg hebat dan indah, sedangkan syukur adalah rasa terimakasih atas apa yg kita dapat atau didahului oleh perbuatan. Contoh : Kita memuji Allah dengan segala kesempurnaan sifatNya dan kita bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yg telah Dia beri.
رَبِّ : Pemilik, Raja, Pendidik. Jika dita'rifkan (dimasukkan ال ) makan artinya terkhusus untuk Allah saja dan jika ingin digunakan untuk selain Allah maka harus disandarkan pada kata berikutnya. Misal : ربّ البيت (pemilik rumah).
 الْعَالَمِينَ :  Bermakna semua hal selain Allah.

3. الرحمن الرحيم
الرحمن : Rahmat yang ditujukan kepada seluruh manusia secara umum baik itu kafir maupun muslim.
الرحيم : Rahmat yang dikhusukan hanya kepada kaum muslimin saja.

4. ملك يوم الدين 
ملك :  Pada hari itu hanya Allah yang berkuasa atas hamba2Nya. Maka patut khawatirlah orang2 yang mengganggap hari akhir hanya lelucon belaka.
يوم الدين : Hari penghitungan dan pembalasan. Dimulakan dengan pengumpulan manusia seluruhnya di mahsyar, lalu ditampakkan amalan2 selama di dunia dan dihitung, lebih berat yang baikkah atau yang buruk?
Dan balasan atas amalan2 itu sangat teliti takkan terdzolimi sedikitpun. Kebaikan sekecil apapun akan dibalas begitu juga dengan keburukan.

5. إياك نعبد و إياك نستعين
Jika diperhatikan, tiga ayat di atas menggambarkan hal yang jauh dan ghaib. Tentang keagungan Allah dan berita kiamat yang tak ada seorangpun tahu. Tapi di ayat ini sudut pandangnya menjadi kami. Kenapa? Untuk menggambarkan kedekatan bahwa Allah itu selalu ada dan mendengar kita ketika berbicara denganNya. 
Kenapa redaksinya 'kami menyembah' bukan 'saya menyembah'? 
Untuk menunjukkan 'aku' itu salah satu dari 'kami' yang menggambarkan betapa sedikitnya aku diantara sekian banyak. Menggambarkan betapa rapuh, lemah, tak ada apa2nya. 
Satu lagi yang menarik dari ayat ini, tentang dikaitkannya ibadah dan meminta pertolongan. Bahwa tujuan hidup kita adalah ibadah, namun kita tidak akan bisa mencapai tujuan itu tanpa pertolongan Allah untuk menguatkan hati kita tegak beribadah melawan rasa malas yang terkadang menghampiri. Maka pertolongan Allah disini menjadi wasilah (perantara) dari tujuan utama kehidupan (ibadah). 

6. اهدنا الصراط المستقيم
Tunjukkan, bimbing, tuntun, ke jalan yang condong kepada kebenaran, yakni Islam.

7. صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين
Orang2 yg diberi nikmat oleh Allah adalah para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang2 yg shalih. Jadikan kami orang2 yg mngikuti jalan mereka ya Rabb, bukan jalan orang2 yahudi yang mngetahui kebenaran agamamu tetapi mereka kafir, ataupun orang2 nashrani yang tersesat dari kebenaran.

Hikmah :
Satu surat yang begitu padat bergizi dan menakjubkan ini juga mngajarkan kita adab berdoa. Seperti apa?
1. Memuji. 
    Ketika kita ingin meminta, maka sanjunglah dulu dengan sebaik2 pujian. Ini sangat efektif dalam       
    kehidupan sehari2, coba saja. (contoh ayat 2-4)
2. Merendah. Tunjukkan betapa lemah kita, dan betapa butuh akan pertolonganNya. (ayat 5)
3. The last, mintalah! Minta apapun yang ingin kita minta, secara detail, terperinci, karena Dia Maha  
    Mengabulkan doa, atau menundanya untuk waktu yang tepat, atau menggantinya dengan yang lebih baik.  
    Yang pasti, tidak akan diabaikan. Wallahu a'lam 

Minggu, 02 Desember 2012

Al 'Ashr


Ini adalah surat yang terpendek, tapi seperti tersebut dalam tanda kemukjizatan, bahwa satu kata dalam Al-Qur’an bermakna seribu kali lebih dalam. Dipilih dan diletakkan hati-hati, dengan bahasa yang mudah tanpa meninggalkan sisi ‘elok’. Tiga ayat sederhana ini adalah kunci sukses meluncur dengan selamat sampai ke akhirat.

Allah membukanya denga sumpah! Kita tahu tabiat sumpah bahwa itu menunjukkan kepada kesungguhan sang pembicara terhadap perkatannya. Maka jika Allah bersumpah, maka itu pasti sesuatu yang maha penting yang selalu dan selalu manusia lalai di dalamnya. Sesuatu yang tak dapat dibeli, yang begitu dekat sekaligus begitu jauh. Demi masa!

Kenapa waktu? Karena waktu adalah dua sisi pedang yang bisa membunuh atau menyebabkan terbunuh. Jika dia ada dalam genggaman tangan sang ahli maka tebasannya mematikan, jika dia bermain-main, maka dialah yang akan mati di tangan senjatanya. Begitulah waktu di tangan yang mengisinya dengan kebaikan, dan yang menyia-nyiakannya.
Dia Sang Maha Pencipta yang menciptakan manusia seluruhnya, mengetahui bahwa tabiat yang ada dalam diri kita akan membawa kita dalam kerugian. Itu adalah hukum pasti, tak terbantahkan.

Pengecualiannya hanya ada pada 4 bibit yang jika ditumbuhkan, maka selamatlah sang empunya. Dua bibit untuk diri sendiri, dan dua bibit untuk orang lain.
1. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.
Ini adalah kalimat yang jelas, yang beriman dari hati yang terdalam, tanpa keraguan, dan dengan pembenaran yang pasti. Jika iman itu telah berakar kuat maka amal sholeh akan tumbuh di atasnya sebagai bagian yang tak terpisahkan. Iman dan amal sholeh, seperti magnet yang tarik-menarik. Bagi yang sudah lolos dalam kategori ini, maka dia sudah termasuk pribadi yang selamat. Tapi apakah itu saja cukup?
2. Dan nasihat menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran.
Bagian dari tabiat lain manusia adalah mudah terpengaruh, maka untuk beramal sholih secara konsisten, kita butuh lingkungan yang mendukung agar selalu ada yang mengingatkan. Diciptakan dengan nasihat, dengan bertahap, dengan kalimat yang baik, mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu tidak sholih. Dalam prosesnya, ada kesabaran yang perlu dilatih baik dalam menyampaikan maupun dalam mengatasi hawa nafsu yang terkadang khilaf dan silau ketika melihat pemandangan dunia yang indah. Wallahu a’lam. Semoga dimudahkan jalan kita menuju syurgaNya.

Alfaatihah

Seperti layaknya setiap buku yang tertulis, selalu ada pembuka entah itu bernama muqaddimah, kata pengantar, selayang pandang atau apa saja. Dan lazim pula ada penutup yang berisi kesimpulan bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang inti sebuah buku.

Maka Al Qur’an dengan kedudukannya sebagai kitab suci paling utama, dan undang-undang berbahasa indah, juga buku sakti dari kalam Sang Pencipta Alam pun dibuka dengan tujuh kalimat singkat yang berfungsi ganda sebagai pembuka sekaligus kesimpulan. Tak panjang kata tetapi dalam makna.

1. Kalimat ini mungkin sederhana, familiar, dan jika diperhatikan dalam setiap buku, sebelum ada satu hurufpun diketik kalimat ini pasti sudah bertengger dengan berupa-rupa bentuk yang cantik, entah disudut, tengah, atau di bagian atas sebelum kalimat syukur dan pujian. Tata cara ini diadopsi oleh semua ummat dari Al Qur’an yang terlebih dahulu mencantumkan ‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’ dalam baris pertama di pembukaan suratnya.
2. Ketika seorang penulis memulai muqaddimah maka hal pertama yang akan dia tulis adalah ucapan syukur kepada Rabbnya yang telah memberinya kesempatan untuk menyelesaikan buku yang ditulisnya. Tapi karena ini adalah Kitab yang Mu’jiz maka redaksinya menjadi pembaca ‘memuja’ Sang Pemilik Kalam dengan pujian yang sempurna.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
3. Memperkenalkan siapa dan seperti apa Rabb semesta Alam itu? Maka (Ar-rahmaan) dan (Ar-rahiim) adalah nama dan sifat Allah yang menggambarkan bagaimana Dia yang begitu berkuasa dan berkehendak menyayangi hambaNya, mencukupkan rezeki, memfasilitasi sarana hidup gratis beserta tuntunan ‘cara hidup bahagia’ dan ‘selamat di akhirat’, bahkan jika yang diberi nikmat bersikap kufur, meniadakan, sombong dengan dirinya yang begitu lemah, lihatlah! Allah masih memberinya kemewahan dalam kedurhakannya. Allah itu Ar-rahmaan kepada seluruh makhluknya dan Ar-rahiim kepada hambaNya yang beriman.
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Dia adalah Rabb yang berkuasa ketika tak ada lagi yg bermanfaat di hari penghisaban kecuali agama yang melekat pada diri setiap orang. Hari ini dinamai dengan berupa nama sebagai penggambaran. Maka ad-Din (yaumid diin) yang bermakna ‘taat’ menunjukkan bahwa pada hari itu ketaatanlah yang paling menguntungkan pemiliknya. Ad-Din yang bermakna ‘agama’ berarti agama yang diterima hanyalah Islam saja.
Yang menguasai hari pembalasan.
5. Jika mengikuti tata bahasa standard, maka redaksi kalimat ayat ini berbunyi : Kami menyembah hanya kepadaMu (Subjek-Predikat-Objek). Namun jika dikedepankan apa yang seharusnya dibelakang dan berbunyi : Hanya kepadaMu kami menyembah, maka dalam balaghoh ini adalah pengecualian, pengukuhan, dan penetapan bahwa yang berhak diibadahi dan yang haq adalah Allah semata dan sesembahan selainNya adalah bathil. Jelas, pasti, kokoh, tanpa basa-basi, tetapi cantik dan meresap di hati. Dan begitu pula kaidah ini bekerja pada kalimat setelahnya (Dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan).
‘Kami’ adalah hamba-hambaMu yang tak mampu hidup sendiri, dan kadar keimanan kami juga naik dan turun maka kami butuh beribadah secara berjamaah agar ada yang mengingatkan kami ketika futur dan tak bersemangat. Kami menyembah dan meminta bersama, bukan aku seorang diri.
Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.
6. Kami meminta pertolongan kepadaMu ya Rabb, tolong tunjukkan, tolong takdirkan, tolong mudahkan. Tolong hantar dan ridhoi kami di jalan yang lurus, aman, dan pasti. Jalan hidup yang kau janjikan keselamatan dan kebahagiaan bagi yang berjalan di atasnya.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
7. JalanMu yang dulu ditaati oleh para NabiMu, lalu yang membenarkan agamaMu, yang rela mati di jalanMu, dan yang mengamalkan perintahMu dan menjauhi laranganMu. Tunjuki, takdirkan, dan mudahkan ya Rabb.
Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat.
Jangan biarkan kami tersesat di jalan yang Engkau murkai. Jalan kaum yang tertulis oleh tinta hitam dalam semua kitab suci (Yahudi). Jangan pula kau biarkan kami tersesat dari tuntunan pasti yang telah Kau wahyukan. Seperti nashrani yang mengubah kitab layaknya mainan.
Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.

especially for miefta el-jann n' ulia zakira,,
lama gak nulis sswt yg butuh rujukan,,
ini bnar2 krena klian,,

Rabu, 11 Mei 2011

Qaari'ah,,,

Qaari'ah ....
dinamakan begitu krena pada hari itu dan perkara tentang itu selalu membuat jantung berdetak copot,,,krena ketakutan yang sangat. Diulang samapi tiga kali, ditnyakan apakah ada yang tahu???
Karena itu adalah hari yang sangat penting dan semua manusia berhidung harus tahu apa itu hari kiamat yang membuat hati mau copot.
Deskripsinya ,,,
Manusia sibuk masing-masing dengan amal yang akan ditimbangkan pada hari itu. Orang-orang yang mengaku atheis pun akan gemetar menggelepar melihat apa yang mereka tentang itu nyata senyata mata yang membelalak.
Mereka berpencar sibuk menghitung seperti debu yang berputar di sekeliling asap api. Salbut!!
Berlari melebihi batas kewarasan akal. Dan akan kita lihat pada hari itu gunung2 rehat setelah lama duduk. Mereka berubah bentuk dan bertabrakan, bermain. Suaranya akan menambah kekalutan. Bersiap2lah,,
Undang2nya,,,
Barang siapa yang bertauhid dengan benar, amalnya baik dan berat, setiap bagian tubuhnya beribadah, maka timbangan baiknya berat dan tiket bebas menuju syurga. Hidupnya diridhoi n diberkati.
Yang sebaliknya, rajin beramal buruk, bangga beramal buruk, menyembunyikan amal buruk, maka timbangan akan berat pada api neraka yang sangat panas (Hawiyah).
Kiat,,,
sebutlah banyak2 ,,, Subhaanallah wa bihamdihi,, Subhaanallahil 'Adziem,,,
Semoga Allah akan memberatkan timbngan kebaikan kita d akhirat kelak, di hari yang akan membuat jantung cenat-cenut.
{Bilang sama S****h klo yg bikin hati cenat-cenut itu adalah hari kiamat,,
bukan klo ketemu kamu,,,ganti ya lagunya,,,}

pelajaran Qur'an,,
termenung sejenak