Ini tentang waktu ...
Tentang 13 yang selalu kutunggu setiap tahun ...
Tentang seseorang yang ku hormati...
Dan telah pergi ...
Setiap kutanya orang lain lagi dan lain lagi tentangnya ... selalu ada yang baru.(kayak iklan aja).
Sepertinya setiap orang punya opini tersendiri tentang kisah hidupnya. Saya pernah mengulasnya ditulisan beberapa tahun sebelumnya, tentang sifatnya dan semua tentangnya. Saya pikir itu sudah banyak dan cukup. Tapi saya salah, kenyataanya tidak.
Baru ini ketika saya telpon ibu saya, beliau berkata, " Tirulah Jidimu itu (kakek). Beliau tidak pernah meninggalkan sholat malam meski safar (bepergian) sekalipun." Beliau bukan orang pesantrenan, tidak pernah mengenal bangku sekolah lebih-lebih sekolah agama. Tidak pernah tahu hukum-hukum atau dalil, tapi amalannya menggunung. Beliau hanya ingin mngerjakan apa yang ia tahu, berharap apa yang ia lakukan diterima oleh sang Khaliq. Dengan segala kerendahan hatinya dan kebodohannya berharap kakinya menyentuh surgaNya dengan cara yang sangat sederhana. Dengan keterbatasan ilmunya dia terus berlalri kencang menggapai ridhoNya sedang aku dan mungkin banyak orang lain yang dijejajli berbagai macam ilmu agama terseok-seok di jalan Nya.
Aku malu pada diriku sendiri. Dengan keterbatasannya dan kesederahanaanya beliau selalu terbuka dengan semua ilmu yang ia dapatkan. Beliau selalu bilang, "Saya suka kalau ada orang yang memberitahu saya bagaimana seharusnya saya beragama dan hidup menjalankan agama ini. Selama ini saya hanya melakukan apa yang saya tahu, berharap Allah berkenan dengan apa yang saya kerjakan."
Saya merindukannya, kehadirannya, nasihatnya, dan keteguhannya. Betapa keinginannya untuk melihat salah satu cucunya fasih ilmu syar'i yang mendorongku berjalan sejauh ini,. Jika tidak mungkin telah lama kutinggalkan jalan ini. (bukan berarti ingin berpaling ke jalan yang tidak benar, disiplin ilmu toh beragam)
But finally, i'm here, in place that you want me to be.
Meski nantinya saya tak bisa sebaik beliau, paling tidak, saya ingin berjalan dibelakangnya, menjadi orang-orang yang melakukan apapun yang bisa dilakukan agar berguna. Semoga
#SuperGrandPa
Tentang 13 yang selalu kutunggu setiap tahun ...
Tentang seseorang yang ku hormati...
Dan telah pergi ...
Setiap kutanya orang lain lagi dan lain lagi tentangnya ... selalu ada yang baru.(kayak iklan aja).
Sepertinya setiap orang punya opini tersendiri tentang kisah hidupnya. Saya pernah mengulasnya ditulisan beberapa tahun sebelumnya, tentang sifatnya dan semua tentangnya. Saya pikir itu sudah banyak dan cukup. Tapi saya salah, kenyataanya tidak.
Baru ini ketika saya telpon ibu saya, beliau berkata, " Tirulah Jidimu itu (kakek). Beliau tidak pernah meninggalkan sholat malam meski safar (bepergian) sekalipun." Beliau bukan orang pesantrenan, tidak pernah mengenal bangku sekolah lebih-lebih sekolah agama. Tidak pernah tahu hukum-hukum atau dalil, tapi amalannya menggunung. Beliau hanya ingin mngerjakan apa yang ia tahu, berharap apa yang ia lakukan diterima oleh sang Khaliq. Dengan segala kerendahan hatinya dan kebodohannya berharap kakinya menyentuh surgaNya dengan cara yang sangat sederhana. Dengan keterbatasan ilmunya dia terus berlalri kencang menggapai ridhoNya sedang aku dan mungkin banyak orang lain yang dijejajli berbagai macam ilmu agama terseok-seok di jalan Nya.
Aku malu pada diriku sendiri. Dengan keterbatasannya dan kesederahanaanya beliau selalu terbuka dengan semua ilmu yang ia dapatkan. Beliau selalu bilang, "Saya suka kalau ada orang yang memberitahu saya bagaimana seharusnya saya beragama dan hidup menjalankan agama ini. Selama ini saya hanya melakukan apa yang saya tahu, berharap Allah berkenan dengan apa yang saya kerjakan."
Saya merindukannya, kehadirannya, nasihatnya, dan keteguhannya. Betapa keinginannya untuk melihat salah satu cucunya fasih ilmu syar'i yang mendorongku berjalan sejauh ini,. Jika tidak mungkin telah lama kutinggalkan jalan ini. (bukan berarti ingin berpaling ke jalan yang tidak benar, disiplin ilmu toh beragam)
But finally, i'm here, in place that you want me to be.
Meski nantinya saya tak bisa sebaik beliau, paling tidak, saya ingin berjalan dibelakangnya, menjadi orang-orang yang melakukan apapun yang bisa dilakukan agar berguna. Semoga
#SuperGrandPa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar