Ini kisah benar yang saya alami sendiri. Ketika siang sudah membara, pulang kuliah, lapar pasti tidak tertanggungkan. Celingak-celinguk cari makan siang, akhirnya bertemu deretan gerobak yang parkir di sekitar masjid. Mulut sudah hendak memesan, perut sudah teriak segera, lalu teringat hari ini jum'at. Ingat bahwa tidak boleh berjual beli, akhirnya menunggu. Takbir di masjid sudah dimulai. Sedang abang penjual ini masih sibuk dengan para pembelinya. Ketika dia bertanya apa yang ingin kami beli, kami jawab akan menunggu, silahkan sholat jum'at dulu, karena sudah lewat satu rokaat. Sang abang ini hanya tersenyum sambil merasa tidak enak hati, dan kami duduk. Berharap dia segera berlari ke masjid yang hanya 3 meter kurang barangkali. Imam sudah rukuk di rakaat kedua dan dia masih merapikan uangnya yang berceceran di rombongnya. Ketika akhirnya dia berlari ke masjid, jamaah sudah duduk tahiyat terakhir, hendak salam. Dan tidak sampai 5 menit dia kembali dan tidak jadi sholat jum'at lantaran sudah selesai.
Kami hanya geleng-geleng kepala. Ya Rabb, ini salah kami juga yang tidak menyuruhnya segera berlari dan meninggalkan duit-duit itu. Melihatnya lalai di depan mata tanpa menegurnya. Sungguh betapa berat dosa meninggalkan sholat jum'at bagi laki-laki tanpa alasan syar'i. Sungguh rejeki itu tidak akan lari, hanya untuk sholat yang tidak sampai setengah jam. Semoga kamipun termasuk yang diingatkan ketika lalai.
Shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (no. 15072), Abu Dawud (no. 1052), at-Tirmidzi (no. 500), an-Nasa-i (no. 1369), Ibnu Majah (no. 1125). Dan at-Tirmidzi mengatakan, “Hadits hasan.”
Kami hanya geleng-geleng kepala. Ya Rabb, ini salah kami juga yang tidak menyuruhnya segera berlari dan meninggalkan duit-duit itu. Melihatnya lalai di depan mata tanpa menegurnya. Sungguh betapa berat dosa meninggalkan sholat jum'at bagi laki-laki tanpa alasan syar'i. Sungguh rejeki itu tidak akan lari, hanya untuk sholat yang tidak sampai setengah jam. Semoga kamipun termasuk yang diingatkan ketika lalai.
Dari Abu al-Ja’d adh-Dhamri Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ.
“Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at karena meremehkannya,
maka Allah akan mengunci mati hatinya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar