Sabtu, 22 Desember 2012

22 desember 2012, ibu professional

22 desember 2012 
aury fithree 

@america seminar with pak rheinald kasali 
ekonom ui

kalo indonesia dah maju,,,
anak saya, saya n kluarga saya hrus jdi pemain,,,

sukses itu harus didekati,,,
dan berawal dari mimpi - dikerjakan

vanda, 14 thun d amerika, n anak 4 laki2 home schooling smua,,

kehebatan itu gak bisa diajarkan,,
tpi kehebatan itu ditularkan,,

stockholm, swedia,,
beda 6 jam
dpet gaji 80% meskipun cuti melahirkan dan dpet libur 18 bulan

harus melangkah dri hal yg paling simple dulu,,

extended self,,
bungkus, pager diri
orng bisa dilihat, atau dinilai dari luarnya.

dibedong, digendong, dituntun? 
pinter di masyarakat,,, ngafal smua? mati saja,,

mengamati,, amati apapun,, dan ambil hikmahnya,,

self passanger to self driver
passanger g brani ambil resiko,
critical thingking : winner 
gak penting siapa anda, tpi yg pnting akan jdi apa anda
blajarlah melihat dri sisi yg baik, yg jarang orang lihat

masaru emoto, massages from water

looser : making excuses
winner : making solution

pergi ke depan kaca (self talk)
sering kali kita memberi nasihat, padahal yg pling butuh nasihat adalah diri kita sendiri,
manusia berpengetahuan,,pasti hebat

mimpi - realita
jika lingkungan gak mndukung, kluar!
gapai!





Rabu, 12 Desember 2012

this night with '57'


bener2 hari ini, terpaksa melewati jalur yg gak pernah sama sekali kulewati sejak dua tahun bercokol d tanah ini, gara2 busway arah dukuh atas gak beroperasi,,
sempet ada rasa gentar, naik angkot? sendirian? semalam ini?? huft,,!
jd inget my mom yg sll berpetuah tiap nelpon 'jgn keluar sendiri, bahaya,,'
penjelajah takut?? ketawa mari ketawa!!
okelah, sll ada dua sisi kan? (alasan orang ngeyel plus bandel, please dn't be angry with me mom)  akhirnya jdi tahu wajah lain ibukota, dgn angkotnya yg 'luarrr biasa',  bhkan smpet djdikan bantal oleh ibu2 yg ngntuk berat, nglewatin cipinang, kebon jeruk, smpe rs. medistra tmpatnya artis2 disuntik,, oh ya ada trans7 jga, coba tdi mampir ya,,he

lucunya pas nyampe mampang yg sll padat merayap, nunggu angkot 75 d pinggir jalan, ada serombongan bapak ibu2 dan anak2 yg juga lg nunggu angkot,
ibu : aduh macet gini, males mau naik angkot, sesak, panas lgi, pasti gak dpet tmpat duduk,,
bapak : yaudah naik taksi saja, bu,,
ibu : ya rugilah naik taksi macet gini, mahal argonya!
(dlm diam aku mikir, trus maunya naik apa bu??)

masih dg nunggu angkot, lewat lagi sekeluarga dg kendaraan mereka, sang bapak menyetir, lalu ibu santai di belakang menggendong bayi, sedang dua anak tertidur pulas di atas kardus2,,
kendaraan roda 4 yg berbahan bakar tenaga manusia,,
tepat di depanku bapak itu berhenti, memungut gelas aqua, lalu mengorek2 tmpat smpah beberapa meter dari tmpatku berdiri,,
sungguh, dunia apa ini??
sedang disampingnya mobil2 macam2 merek mulus mengkilap (bahkan jerawat bisa malu jika berkaca disana) lewat tanpa pernah tahu bhwa gerobak itu adlh kendaraan, toko, sekaligus rumah mreka,

detik itu, saat itu, aku hnya bisa menatap,,(iyakah?)
tapi suatu saat nanti, smg aq bsa berbuat sesuatu, tak hanya jdi penonton,, atau hanya menjdi pemimpi,,

Minggu, 09 Desember 2012

yg Pergi tak Kembali


Setiap insan pasti merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa

Terdengar sayup surah dibaca
Sayunya alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijab di depan mata

Selamat tinggal pada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baikkah atau sebaliknya

Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang...kesana

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi

Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi

(Rabbani punya)

tiba2 teringat lagu ini, searching, posting,,
pertama denger lagu ini, merinding,,
banjirnya nasyid sekarang yg mulai gak jelas, (gak smua)
kembali ke tempo doeloe saja,,
'taste'nya cmplong bget,,

apapun masalah, sandungan, gundah, apalagi galau,,
kalah keren klo pembandingnya adalah mati..
tamat sudah riwayat, putus amal (kcuali 3)
ini sudah akhir, bangun! bangun! bangun!

Sabtu, 08 Desember 2012

13 Juni 2010

sudah lama topik ini mengendap di kepalaku. aq lupa dmana menemukan kalimat ini, tpi termaktub dsana, jika kita ingin mengungkapkan sesuatu, lalu menahannya maka dia akan jdi bisul d pkiranmu yg hanya akan menunggu wktu untuk meledak.

setiap kali aku merasa spertinya aku 'SALAH' melangkah. atau ktika ingin berteriak 'AKU LELAH!'. pun stiap kali langkahku berkata 'STOP HERE', selalu ingatan tentangnya membuatku terdiam, dan menyerah. (menyerah? itu kata2 terlarang!)

Dia. yang telah berbahagia (Allah, ridhoi amalnya, dan berikan tempat terindah untuknya).
tanggal dan hari yg tek pernah terlupa, 13 Juni 2010. minggu ktika aku akan brangkat ke kota ini, tes lanjut kuliah.
Dia telah pergi dengan berkarung2 amal baiknya, dihantar doa ratusan orang. bersama senyum yg tak pernah terlupa. bagi kami dia adalah tiang rumah kami. Dia tak pernah banyak bicara, lelaki yg kuat dan berprinsip. keras, sekaligus penyayang. saban pagi dia pergi ke pasar, saban magrib dia temui anaknya satu2, saban subuh dia mengaji. dulu ketika kecil, aku ditimangnya, 'cucu pertama' ungkap sayangnya.

Minggu keberangkatanku itu, dia pergi tanpa sempat kutemui wajah terakhirnya, tanpa sempat kucium tangannya seperti biasa, tanpa sempat kulihat senyum di wajahnya. hanya doa itu yg mampir d lisanku, Rabb, selama hidupnya, dia meletakkan aturanmu di atas talam dan menjunjungnya, sekarang letakkan dia disisiMu,  Ar Rahmaan, Ar Rahiim.

Singkat kata, aku lolos seleksi, kuliah. petuahnya berseliweran d kepalaku, dalam dua tahun ini, ktika aku merasa tersesat, dia seperti tersenyum padaku. teringat betapa senang hatinya ktika tahu bahwa aku akan mengmbil jurusan ini, maka stiap kali itu aku berfikir, aku dsini sbgai permintaan trakhirnya, menyenagkan hatinya.

bahkan dalam ujian kenaikan tingkat, saat kita dipaksa msuk dalam lubang sempit sebagai penyaringan, dgn ushaku slama ini yg tdak maksimal, berdebar menunggu hasil kelulusan. dia menghampiriku, di bangkuku, ini mimpi, aku memang sedang bermimpi saat itu. dengan kaos oblong putih favoritnya, wajahnya yg berseri, dia datang memelukku, aq bergetar, lalu bersandar, ingin berkata 'kuatkan kakiku, aku hampir terjatuh'.
dia hanya diam, menepuk pundakku, dan menatap. aku tahu matanya begitu bangga.
dia bilang, aku lulus. bhkan ktika terbangun, mataku telah basah. tolong jngn tinggalkan aku bgini!!
dan itu menjadi nyata. di dpan papan pengumuman itu aku terpaku, ini pasti bagian dari doamu kan? juga, sbgtu inginkah kau melihatku dsni smpai akhir?

dan sekarang ini, saat ktika aku ingin lenyap saja dri jalan ini, aq berada lg d titik itu. titik waktu ktika senyum berseri wajahmu hadir di depanku. kau gunakan semua sisi tubuhmu untuk bekerja selama umurmu ada. kau sembahkan bagi kami pengbdian tanpa batas, lalu aku tersentak, apa hanya karena ini aku harus pasrah?

ingatan tentang senyummu, yg selama ini mampu membuatku berjalan terus. aq tahu aq dilahirkan untuk terus berjalan. sampai akhir, tolong kuatkan aku.
Rabbi, tolong bahagiakan dia sebahagia-bahagianya..




Jumat, 07 Desember 2012

-sekilas-

benar adanya jika membaca adalah sumber. kisah orang2 itu, yang katanya sudah di negri ini, yg pernah melihat itu, yg sudah sampai sini, smua tentang petualangan, membuat nyawaku tak genap dan satunya kabur entah kmana mencari tjuannya. mereka membuatku ingin terbang, bahkan rasanya aku ingin ke pluto jalan kaki meski jika nyawaku habis sebelum aku smpai sana.

arai bilang 'Tuhan akan memeluk mimpi2'. bondan bilang 'hidup berawal dari mimpi'. mimpiku??? aku ingin kakiku menjejak setiap jengkal bumi. mimpi? mimpi! itu mimpi!!!
bertemu banyak orang, blajar banyak budaya dan sejarah,, bertemu dgn orang2 hebat. (aq makin tak terdefinisi, sebut saja aku sedang membual atau ngelindur)

soal orang2 hebat (yg benar2 hebat) mereka punya amunisi yg tak pernah habis tentang hrapan, kerja keras, dan doa. ada satu ruang dalam hati mereka, tempat mereka menyimpan sebuah pelita. cahaya kecil yg mampu menaungi mimpi2 mreka dan membuatnya nyata. cahaya itu tauhid!

Minggu, 02 Desember 2012

Al 'Ashr


Ini adalah surat yang terpendek, tapi seperti tersebut dalam tanda kemukjizatan, bahwa satu kata dalam Al-Qur’an bermakna seribu kali lebih dalam. Dipilih dan diletakkan hati-hati, dengan bahasa yang mudah tanpa meninggalkan sisi ‘elok’. Tiga ayat sederhana ini adalah kunci sukses meluncur dengan selamat sampai ke akhirat.

Allah membukanya denga sumpah! Kita tahu tabiat sumpah bahwa itu menunjukkan kepada kesungguhan sang pembicara terhadap perkatannya. Maka jika Allah bersumpah, maka itu pasti sesuatu yang maha penting yang selalu dan selalu manusia lalai di dalamnya. Sesuatu yang tak dapat dibeli, yang begitu dekat sekaligus begitu jauh. Demi masa!

Kenapa waktu? Karena waktu adalah dua sisi pedang yang bisa membunuh atau menyebabkan terbunuh. Jika dia ada dalam genggaman tangan sang ahli maka tebasannya mematikan, jika dia bermain-main, maka dialah yang akan mati di tangan senjatanya. Begitulah waktu di tangan yang mengisinya dengan kebaikan, dan yang menyia-nyiakannya.
Dia Sang Maha Pencipta yang menciptakan manusia seluruhnya, mengetahui bahwa tabiat yang ada dalam diri kita akan membawa kita dalam kerugian. Itu adalah hukum pasti, tak terbantahkan.

Pengecualiannya hanya ada pada 4 bibit yang jika ditumbuhkan, maka selamatlah sang empunya. Dua bibit untuk diri sendiri, dan dua bibit untuk orang lain.
1. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.
Ini adalah kalimat yang jelas, yang beriman dari hati yang terdalam, tanpa keraguan, dan dengan pembenaran yang pasti. Jika iman itu telah berakar kuat maka amal sholeh akan tumbuh di atasnya sebagai bagian yang tak terpisahkan. Iman dan amal sholeh, seperti magnet yang tarik-menarik. Bagi yang sudah lolos dalam kategori ini, maka dia sudah termasuk pribadi yang selamat. Tapi apakah itu saja cukup?
2. Dan nasihat menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran.
Bagian dari tabiat lain manusia adalah mudah terpengaruh, maka untuk beramal sholih secara konsisten, kita butuh lingkungan yang mendukung agar selalu ada yang mengingatkan. Diciptakan dengan nasihat, dengan bertahap, dengan kalimat yang baik, mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu tidak sholih. Dalam prosesnya, ada kesabaran yang perlu dilatih baik dalam menyampaikan maupun dalam mengatasi hawa nafsu yang terkadang khilaf dan silau ketika melihat pemandangan dunia yang indah. Wallahu a’lam. Semoga dimudahkan jalan kita menuju syurgaNya.

Alfaatihah

Seperti layaknya setiap buku yang tertulis, selalu ada pembuka entah itu bernama muqaddimah, kata pengantar, selayang pandang atau apa saja. Dan lazim pula ada penutup yang berisi kesimpulan bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang inti sebuah buku.

Maka Al Qur’an dengan kedudukannya sebagai kitab suci paling utama, dan undang-undang berbahasa indah, juga buku sakti dari kalam Sang Pencipta Alam pun dibuka dengan tujuh kalimat singkat yang berfungsi ganda sebagai pembuka sekaligus kesimpulan. Tak panjang kata tetapi dalam makna.

1. Kalimat ini mungkin sederhana, familiar, dan jika diperhatikan dalam setiap buku, sebelum ada satu hurufpun diketik kalimat ini pasti sudah bertengger dengan berupa-rupa bentuk yang cantik, entah disudut, tengah, atau di bagian atas sebelum kalimat syukur dan pujian. Tata cara ini diadopsi oleh semua ummat dari Al Qur’an yang terlebih dahulu mencantumkan ‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’ dalam baris pertama di pembukaan suratnya.
2. Ketika seorang penulis memulai muqaddimah maka hal pertama yang akan dia tulis adalah ucapan syukur kepada Rabbnya yang telah memberinya kesempatan untuk menyelesaikan buku yang ditulisnya. Tapi karena ini adalah Kitab yang Mu’jiz maka redaksinya menjadi pembaca ‘memuja’ Sang Pemilik Kalam dengan pujian yang sempurna.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
3. Memperkenalkan siapa dan seperti apa Rabb semesta Alam itu? Maka (Ar-rahmaan) dan (Ar-rahiim) adalah nama dan sifat Allah yang menggambarkan bagaimana Dia yang begitu berkuasa dan berkehendak menyayangi hambaNya, mencukupkan rezeki, memfasilitasi sarana hidup gratis beserta tuntunan ‘cara hidup bahagia’ dan ‘selamat di akhirat’, bahkan jika yang diberi nikmat bersikap kufur, meniadakan, sombong dengan dirinya yang begitu lemah, lihatlah! Allah masih memberinya kemewahan dalam kedurhakannya. Allah itu Ar-rahmaan kepada seluruh makhluknya dan Ar-rahiim kepada hambaNya yang beriman.
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Dia adalah Rabb yang berkuasa ketika tak ada lagi yg bermanfaat di hari penghisaban kecuali agama yang melekat pada diri setiap orang. Hari ini dinamai dengan berupa nama sebagai penggambaran. Maka ad-Din (yaumid diin) yang bermakna ‘taat’ menunjukkan bahwa pada hari itu ketaatanlah yang paling menguntungkan pemiliknya. Ad-Din yang bermakna ‘agama’ berarti agama yang diterima hanyalah Islam saja.
Yang menguasai hari pembalasan.
5. Jika mengikuti tata bahasa standard, maka redaksi kalimat ayat ini berbunyi : Kami menyembah hanya kepadaMu (Subjek-Predikat-Objek). Namun jika dikedepankan apa yang seharusnya dibelakang dan berbunyi : Hanya kepadaMu kami menyembah, maka dalam balaghoh ini adalah pengecualian, pengukuhan, dan penetapan bahwa yang berhak diibadahi dan yang haq adalah Allah semata dan sesembahan selainNya adalah bathil. Jelas, pasti, kokoh, tanpa basa-basi, tetapi cantik dan meresap di hati. Dan begitu pula kaidah ini bekerja pada kalimat setelahnya (Dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan).
‘Kami’ adalah hamba-hambaMu yang tak mampu hidup sendiri, dan kadar keimanan kami juga naik dan turun maka kami butuh beribadah secara berjamaah agar ada yang mengingatkan kami ketika futur dan tak bersemangat. Kami menyembah dan meminta bersama, bukan aku seorang diri.
Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.
6. Kami meminta pertolongan kepadaMu ya Rabb, tolong tunjukkan, tolong takdirkan, tolong mudahkan. Tolong hantar dan ridhoi kami di jalan yang lurus, aman, dan pasti. Jalan hidup yang kau janjikan keselamatan dan kebahagiaan bagi yang berjalan di atasnya.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
7. JalanMu yang dulu ditaati oleh para NabiMu, lalu yang membenarkan agamaMu, yang rela mati di jalanMu, dan yang mengamalkan perintahMu dan menjauhi laranganMu. Tunjuki, takdirkan, dan mudahkan ya Rabb.
Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat.
Jangan biarkan kami tersesat di jalan yang Engkau murkai. Jalan kaum yang tertulis oleh tinta hitam dalam semua kitab suci (Yahudi). Jangan pula kau biarkan kami tersesat dari tuntunan pasti yang telah Kau wahyukan. Seperti nashrani yang mengubah kitab layaknya mainan.
Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.

especially for miefta el-jann n' ulia zakira,,
lama gak nulis sswt yg butuh rujukan,,
ini bnar2 krena klian,,